Doktrin sindika­lisme.

Pengertian syndicalism (sindikalisme) adalah Ciri sindikalis adalah menempatkan teori di bawah tindak­an; mereka memuji spontanitas dan sering anti-intelektual. Asal mula doktrin sindika­lisme adalah bersifat ekletik, dan dinamika sentralnya biasanya negatif: reaksi terhadap kegagalan gerakan buruh utarna, protes melawan bentuk alienasi dan deprivasi yang menimpa kelas pekerja. Karena kekuatan di berbagai negara berbeda-beda, maka sindi­kalisme itu sendiri juga bervariasi.

Serikat buruh. Pengertian syndicalism (sindikalisme) adalah

Sindikalisme” adalah ubahan Inggris dari kata Perancis untuk serikat buruh. Syn­dicalismerevolutionanaire umumnya menun­jukkan tujuan dan prinsip yang dikembang­kan oleh Fernand Pelloutier (1867-1901), sekretaris Federation des Bourses du Travail; dan kebijakan yang dianut oleh Confedera­tion Generale du Travail (CGT) setelah dua organisasi buruh utama itu bergabung pada 1902. Jika seseorang ingin dapat menyaring kumpulan pemikiran dari program CGT, maka perlu diperhatikan bahwa serikat harus tetap dibebaskan dari partai politik, harus mendorong inisiatif rakyat awam dan harus menentang kapitalisme melalui mili­tansi (termasuk sabotase). Spontanitas dan kekerasan (yang dipimpin oleh minoritas militan), bersama dengan “mitos” pemok­an umum revolusioner, dipuji-puji dalam tu­lisan George Sorel (1847-1922)–meskipun konel<sinya dengan seril<at buruh sindikalis tidaklah dekat atau tidak berlangsung Iama. Tulisan-tulisannya terutama dipengaruhi oleh aliran kiri Italia, beberapa di antara­nya—terutama Mussolini—belakangan ber­paling ke fasisme (1ihat Roberts, 1979). Masa jaya sindikalisme sebagai lembaga ide yang berpengaruh di tingkat internasional adalah pada tahun-tahun sesudah pecah perang pada 1914. lni berbarengan dengan transformasi sosial dan ekonomi di banyak negara, yang melibatkan penggantian relasi produksi petani tradisional dan seniman, pengenaan disiplin baru atas buruh pabrik skala besar dan munculnya kapitalis raksasa dan kartel yang punya hubungan erat dengan negara. Pada saat yang sama, kesuksesan serikat buruh dan partai demokratik sosi­al sering tampak menggantikan birokrati­sasi dan kehilangan dinamika radikalnya (Beetham, 1987). Sindikalisme dianggap menyediakan al­ternatif untuk kelas buruh, dan maknanya bervariasi sesuai dengan situasi lokal. Sering kali sindikalisme menganut orientasi ou­vrieriste yang kuat: memusuhi apa-apa yang dianggap sebagai pengaruh buruk dari in­telektual borjuis di dalam gerakan buruh (sikap yang diekspresikan oleh Victor Grif­fuelhes (1874-1923), sekretaris CGT dari 1902 hingga 1908. Yang berkaitan dengan ini adalah penolakan terhadap parliamen­tarisme—yang dianggap sebagai sumber karirisme dan kompromi—dan partai poli­tik (atau setidaknya mereka yang terutama berkomitmen pada tindakan parlementer). Sebaliknya, sindikalis menekankan per­juangan serikat buruh, sembari mengecam penyebaran tawar-menawar kolektif damai (lihat TRADE UNIONS); menurut mereka, mili­tansi industrial adalah penting guna membe­la kepentingan ekonomi buruh, dan mendo­rong rasa percaya diri mereka dalam bersiap men.entang kapitalisme melalui pemogokan umum revolusioner. Terakhir, kebanyakan sindikalis sangat menentang militerisme dan nasionalisme. Pada 191.4, sindikalisme revolusioner menjadi pandangan resmi dari sebagian gerakan serikat buruh penting, terutama di negara dengan tradisi ANARCH1SM (Jo11, 1964; Woodcock, 1963), dengan basis artisan subs­tansial dan dengan sedikit latar belakang dalam tawar-menawar kolektif terinstitu­sionalisasi. Selain CGT di Prancis, contoh utama lainnya adalah Confederacion Nacio­nal de Trabajo di Spanyol (Payne, 1970) dan Unione Sindicale Italiana. Ketika sindikalis adalah minoritas, mereka sering memimpin oposisi melawan kebijakan dan praktik res­mi serikat buruh. Pengertian syndicalism (sindikalisme) adalah Di Inggris dibentuk Indus­trial Syndicalist Education League pada 1910 oleh aktivis seperti Tom Mann (1856-1941); mereka menolak tawar-menawar kolektif terpusat dan memproklamirkan slogan soli­daritas dan tindakan langsung. Di AS istilah sindikalisme jarang dipakai, tetapi Industrial Workers of the World (IWW) menunjukkan banyak kemiripan dengan sindikalisme revo­lusioner di Eropa (Dubofsky, 1969). Di banyak negara Eropa Utara, makna dominan dari sindikalisme adalah penolak­an terhadap kebutuhan adanya partai sosialis. Demokrasi sosial menjadi biro­k ra tis, diselewengkan oleh parlementer, mau berkompromi dengan negara borjuis; kelas buruh harus kembali ke medan per­ang industrial. Pandangan menengah dike­mukakan oleh satu faksi dari IWW yang dipimpin oleh Daniel de Leon (1852-1914), dan pengikut Inggrisnya, terutama Janies Connolly (1870-1916). Walau menegaskan bahwa perjuangan industrial adalah kepen­tingan utama, mereka juga menjalankan peran seperti partai revolusioner, dan juga me­ngakui perlunya organisasi sentral (diringkas dalam gagasan “satu serikat besar”). Pada 1913 muncul satu upaya untuk membentuk Syndicalist International meski usaha ini gagal (Westergard-Thorpe, 1978); dengan pecahnya perang, banyak sindika­lis meninggalkan sikap antipatriotismenya. Mereka yang tetap bersikap antiperang sering kali memimpin perjuangan industrial di masa perang, dan dalam beberapa kasus membantu mengembangkan teori industri sosialis berdasarkan prinsip WORKFIZS’ COUN­cu.. Tetapi revolusi di Rusia memicu krisis bagi gerakan ini. Sejak awal 1.907, Lenin telah menyerang sindikalisme yang diang­gapnya memperpanjang kebijakan “eko­nomis” yang tidak dia sukai. Model organi­sasi revolusioner Bolshevik dan produksi sosialis bertentangan dengan sindikalisme dalam banyak hal penting; dan setelah 1917, banyak pemimpin sindikalis menunjukkan komitmen mereka pada contoh Rusia dalam mengeluarkan kebijakan mereka. Beberapa tujuan spesifik dari sindikalisme praperang dan semasa perang—organisasi tempat kerja, unionisme industrial, tindakan langsung­dijalankan melalui partai komunis baru. Tetapi teori dasar sosialisme dari bawah dan manajemen buruh (diekspresikan di Rusia oleh Workers’ Opposition) secara sistematis dihapuskan. Pengertian syndicalism (sindikalisme) adalah Sindikalis yang menolak bergabung dengan, atau memisahkan diri dari, panda­ngan Comintern cenderung menolak model negara buruh Moskow dan konsep Leninis tentang partai. Anarcho-sindikalisme sema­kin mendominasi gerakan sindikalis yang masih bertahan, yang diasosiasikan dalam Syndicalist Intemational pada 1922. Namun dengan meluasnya kekalahan kelas buruh pada 1920-an, sindikalisme digantikan oleh rival seriusnya (setidaknya di luar Spanyol, Portugal, dan Amerika 1.1till) dengan ort(xloksi sosialis, komunis dan serikat buruh. Kita bisa mendeteksi beberapa kontinuitas antara ide-ide sindikalis awal dengan teori kontrol buruh yang lebih baru. Tetapi bahkan di ali­ran kiri, “sindikalisme” itu sendiri menjadi tak lebih dari istilah yang disalahgunakan. Akankah ambruknya komunisme ortodoks akan memunculkan lagi perhatian terhadap tradisi sindikalis?