Posisi layanan publik.

Pengertian technocracy (teknokrasi) adalah Kata ” teknokra­si” mengimplikasikan aturan atau pemerin­tahan oleh birokrat yang memiliki kuali­fikasi teknis, admi.nistrator, atau manajer berdasarkan pemisahan antara kepcmilikan legal dengan kontrol efektif atau klaim bah­wa tak seorang pun punya hak atas posisi layanan publik. Ini disebabkan teknokrat mengawasi dan mengatur personel yang lebih muda dengan pelatihan teknis terbaru namun kurang berpengalaman sehingga pe­kerjaan mereka juga sangat “politis.”

Pemikiran positivis. Pengertian technocracy (teknokrasi) adalah

Teknokrasi juga mengacu pada gerakan berusia pendek di AS yang mencapai pun­caknya antara 1931 dan 1933, berdasarkan pemikiran Thorstein Veblen, khususnya da­lam bukunya yang berpengaruh luas The Engineers and the Price System (19 l 9). Kata ini diciptakan pada 1919 oleh W. H. Smyth, seorang pengikut Veblen, setelah dia mem­haca beberapa esai Veblen. Smyth mendefi­nisikannya sebagai “organisasi tatanan sosi­al berdasarkan prinsip yang dibangun oleh ahli teknis,” dan ini menggemakan tradisi pemikiran positivis Perancis yang oleh Saint-Simon dan Comte, Enfantin, se•ta Ecole Polytechnique antara 1815 dan 1860. Pengertian technocracy (teknokrasi) adalah Asumsi utama dari teknokrasi seperti yang didefinisikan oleh Smyth adalah bahwa ada fenomena yang disebut pengetahuan objektif dan bahwa pengetahuan itu dapat dipahami dan diaplikasikan langsung un­tuk mengatasi problem sosial, politik, eko­nomi dan teknis. Lebih jauh, teknokrat yang mampu mengombinasikan pengetahuan itu dengan kepemimpinan organisasional dan keahlian manajemen adalah sosok yang paling baik untuk mencapai dan menjaga tatanan industrial Ini mengabaikan ketegangan serius an­tara fungsi lini dan staf dan fungsi generalis dan spesialis dalam organisasi di semua ma­syarakat maju, entah itu sosialis atau kapi­talis, entah itu di sektor privat, publik atau sosial di dalam masyarakat itu. Pandangan ini juga menolak upaya untuk menjustifi­kasi diskresi birokratik dengan menolak mengakui kemampuan superiornya untuk merepresentasikan kepentingan publik dan sosial dari individu dan kelompok yang se­makin terpinggirkan oleh agenda neolibe­ralTheokonservatif, khususnya dalam sistem dua partai. Terakhir, pandangan ini tidak menjelaskan dampak penurunan agenda, dampak strategi privatisasi pada karier or­ganisasional dan stabilitas birokratik, khu­susnya di sektor publik dan sosial. Pengertian technocracy (teknokrasi) adalah Dari asumsi dan preferensi teknokrat ini sering muncul pandangan bahwa problem politik sesungguhnya adalah problem admi­nistratif dan manajerial, atau bahwa prob­lem itu idealnya direduksi ke tatanan ini un­tuk menjaga agar tidak terjadi destabilisasi yang diduga disebabkan oleh partai-partai politik, kampanye dan pemilu. Teknokrat, setelah terbentuk, memilih pemilu berjangka pendek yang tidak sering di mana setidaknya salah satu “tim” ada dalam posisi mengam­bil alih. Tatanan sosial dipahami sebagai sistem yang rawan bergejolak yang mening­katkan atau menurunkan efisiensinya. Meskipun gerakan yang berkembang di AS ini pada mulanya dianggap progresif, bahkan radikal, warna konservatifnya segera tampak jelas, merefleksikan akarnya dalam pemikiran positivis Perancis. Pemikiran tek­nokratik menghadirkan konsekuensi serius bukan hanya bagi demokrasi representatif, tetapi juga bagi stabilitas dan kontinuitas program publik dan sosial dan bagi repre­sentasi birokratik dari kepentingan publik dan sosial pada umumnya. Nilai-nilai dan preferensi teknokratik semakin mendekati agenda neokonservatif/neoliberal yang men­dukung ketertiban, efisiensi, privatisasi dan deregulasi karena strategi-strategi ini mening­katkan depolitisasi, bahkan dengan risiko mengurangi birokrasi.