Determinisme teknologis.

Pengertian technological change (perubahan teknologi) adalah Perubahan lingkungan melalui pemecahan masalah ilmiah selalu menjadi bagian dari kerja manusia. Cakupan, tingkatan dan di­fusi perubahan teknologi amat dramatis di abad ke-20 (khususnya di bidang pepera­ngan, rekayasa sipil, transportasi, komuni­kasi dan pengobatan) sehingga para penulis hanya bisa memberikan teori-teori yang tak utuh untuk menjelaskan dan menilai perubah­an ini. Elemen dominan dalam teori ini adalah determinisme teknologis. Determinisme teknologis menegaskan bahwa peruba­han teknologi bisa menerangkan perubahan dalam kultur, politik dan ekonomi. Versi modifikasi dari teori ini adalah interaksion­isme teknologis, yang menyatakan bahwa hubungan antara perubahan teknologi dan sosial bersifat mutual. Thorstein Veblen misalnya, mengatakan bahwa perubahan tek­nologi dimodifikasi dan dibatasi oleh keya­kinan dan struktur sosial (keterlambatan kultural). Akan tetapi, di mana pun inovasi atau temuan diperkenalkan ke masyarakat lain, ia akan dibebaskan dari batasan kultu­ral dan mengubah institusi dan praktik lain.

Perubahan modern. Pengertian technological change (perubahan teknologi) adalah

Para penulis yang menerima teori-teori ini cenderung terbagi menjadi dua kelompok dalam menilai manfaat perubahan teknolo­gi. Yang satu mempertanyakan manfaat pe­rubahan ini berdasarkan standar moral atau utilitarian. Salah satu kritik terkeras terha­dap perubahan teknologi datang dari filsuf Jerman Martin Heidegger, yang membuat perbedaan tajam antara sifat perubahan teknologi zaman kuno dan abad pertengah­an di satu pihak, dan perubahan teknologi modern di pihak lain. Pengertian technological change (perubahan teknologi) adalah Karakteristik sentral perubahan modern adalah transformasi se­luruh dunia menjadi “standing reserve” un­tuk manipulasi, di mana manusia “dikerang­keng” dalam sistem (Heidegger, 1954). Jadi, menurut Heidegger, Rhine ditransformasi­kan di bawah tekanan teknologi modern dari lanskap ke sumber kekuasaan. Penulis lainnya juga menekankan sifat otonom dan isolatif dari sistem teknologi (seperti koleksi laboratorium riset publik dan privat) yang terus-menerus menciptakan perubahan demi perubahan tanpa peduli pada konsekuensi. Jadi kritik ini diarahkan pada efek tak ter­duga dari perubahan teknologi, khususnya dalam term lingkungan alam, pengabaian bahaya, misalnya, penyakit, dampak psiko­logis dan kultural dari perubahan yang cepat, penggunaan keahlian teknologis seba­gai sumber pengelakan evaluasi dan kontrol demokratik. Beberapa pihak mendukung disolusi sistem teknologi dan pengendalian perubahan teknologi (lierry, 1977). Penilaian yang           positif men•l::ffikanpada sifat rasional dari perubahan teknologi dan dampak pembebasannya. Dengan di­bebaskan dari batasan kultur dan tradisi, produksi ekonomi dapat diorganisasikan se­cara lebih rasional dan efisien, dan karenanya mengurangi kemiskinan dan menyediakan lebih banyak kesempatan untuk waktu seng­gang dan kesehatan yang lebih baik. Perubah­an teknologi dianggap sebagai kemajuan dan ini merupakan asumsi dari pemikir abad ke-19 seperti Saint-Simon dan Marx. Pandangan ini juga merupakan aksioma dari banyak tokoh abad ke-20 seperti V. I. Lenin, Frederick Taylor, Le Corbusier dan B. F. Skinner. Pendukung perubahan teknologi lainnya menekankan aspek positif dari pe­rubahan ini, yang disebut “teknologi ma­nusia,” “teknologi lunak,” atau “teknologi intermediate.” Pengertian technological change (perubahan teknologi) adalah Para penulis ini, antara lain Marshall McLuhan, E. F. Schumacher dan Buckminster Fuller, mendukung pengenalan dan pengembangan perubahan teknologi yang memungkinkan untuk dipakai oleh orang (seperti radio transistor dan komputer personal) dan mereka berpendapat bahwa perubahan teknologi yang diarahkan dengan benar dapat mewujudkan visi demokratik dan utopian dari Gandhi dan Jefferson.