PENGERTIAN TEMA EPISTEMOLOGIKAL

By On Wednesday, November 12th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Telah diterangkan tadi ketika kita membahas pemikiran Lanigan bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia. Tegasnya epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari pengetahuan.

Dalam kaitannya dengan pentahapan tadi, tema epistemologikal pada tahap metateoritikal meliputi pertanyaan-pertanyaan metodologi yang juga telah disinggung tadi, yakni cara bagaimana pengetahuan disusun dari bahan yang telah diperoleh. Tema epistemologikal dikaji dari tahap hipotetikal bersangkutan dengan metode dan prosedur dalam mengujidugaan-dugaan sementara.

Tema epistemologikal dilihat dari tahap deskriptif menyangkut instrumen dan teknik dalam rangka melakukan verifikasi sebagai penilaian yang objektif.

Dalam hubungannya dengan tema epistemologikal, Littlejohn meng-ajukan pertanyaan : dengan proses bagaimana timbulnya pengetahuan? Menurut dia, pertanyaan itu amat kompleks dan perdebatan mengenai masalah ini justru terletak pada “hati” estimologi.

Dikatakannya bahwa mengenai persoalan itu terdapat empat posisi:

  1. a) Mentalisme atau rasionalisme yang menyatakan bahwa pengetahuan timbul dari kekuatan pikiran manusia. Posisi ini menempatkan dirinya pada penalaran manusia.
  2. b) Empirisme yang menyatakan bahwa pengetahuan muncul dalam persepsi. Kita mengalami dunia dan melihat apa yang sedang terjadi.
  3. c) Konstruksivisme yang menyatakan bahwa orang menciptakan pe-ngetahuan agar berfungsi secara pragmatis dalam kehidupannya. Orang memproyeksikan dirinya kepada apa yang dialaminya. Para konstruktivis percaya bahwa fenomena di dunia dapat dikonsep-tualisasikan dengan berbagai cara, di mana pengetahuan berperan penting bagi seseorang untuk merekayasa dunia.
  4. d) Konstruksivisme sosial mengajarkan bahwa pengetahuan merupakan produk interaksi simbolik dalam kelompok sosial. Dengan lain perkataan, realitas dikonstruksikan secara sosial sebagai produk kehidupan kelompok dan kehidupan budaya.

Jelas bahwa cara para cendekiawan melakukan penyelidikan dan mem-bangun teori bergantung pada asumsi-asumsi epistemologis.

Banyak posisi-posisi mendasar timbul dari persoalan-persoalan yang dijelaskan tadi.

Posisi-posisi tersebut dinamakan pandangan dunia (world views). Dalam hubungan ini terdapat dua pandangan dunia yang bertentangan yang mempengaruhi pemikiran tentang komunikasi:

(1) Pandangan Dunia I

Tradisi ini berdasarkan gagasan empiris dan rasionalis. la memperlakukan realitas beda dengan manusia, sesuatu yang ditemukan seseorang di luar dirinya.

Dalam posisi ini penemuan (discovery) dianggap penting : dunia menunggu para ilmuwan menemukannya. Oleh karena pengetahuan dipandang sebagai sesuatu disyaratkan dari luar diri seseorang, maka pandangan Dunia I seringkali disebut pandangan yang diterima (received view). Objektivitas secara keseluruhan adalah penting dengan penelitian yang disyaratkan untuk menentukan operasi yang pasti untuk dipergunakan dalam mengamati peristiwa- peristiwa.

Para cendekiawan pada tradisi ini mencoba menyatakan bagaimana munculnya fenomena dan bagaimana berlangsungnya. Dengan demikian para cendekiawan amat analitis, berupaya untuk mendefinisikan setiap bagian dan sub bagian dari objek yang diminati.

Pandangan Dunia II

Berbeda dengan Pandangan Dunia I tradisi ini menitik beratkan pada konstruktivisme, menganggap dunia berlangsung dalam proses. Dalam pandangan ini orang-orang berperan aktif dalam menciptakan pengetahuan. Dunia benda berada di luar manusia, tetapi orang mampu mengkonseptualisasikan benda-benda tersebut dalam menciptakan pengetahuan. Dunia benda berada di luar manusia, tetapi orang mampu mengkonseptualisasikan benda-benda tersebut dalam aneka ragam cara yang berguna. Jadi, pengetahuan tidak muncul dari penemuan, melainkan dari interaksi antara yang mengetahui dan yang diketahui. Oleh karena itu proses perseptual dan interpre- tatif orang-orang menjadi objek studi yang penting.

Pandangan Dunia II tidak berupaya untuk menampilkan dalil- dalil universal, tetapi untuk menggambarkan konteks di mana orang- orang beroperasi. Ini adalah humanistik, yakni menekankan pada tanggapan seseorang yang subjektif. Mengetahui berarti menginterpretasi (knowing is interpreting), suatu aktivitas yang digeluti setiap orang. Kebanyakan teori komunikasi berpendirian Pandangan Dunia II, berdasarkan asumsi bahwa komunikasi adalah sarana vital dalam konstruksi realitas sosial. Demikian dunia pandangan yang mempengaruhi pemikiran tentang komunikasi.

PENGERTIAN TEMA EPISTEMOLOGIKAL | ADP | 4.5