PENGERTIAN TEORI FLOGISTON

By On Thursday, March 20th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Suatu teori kimia yang be­sar pada jamannya yang dilontarkan untuk menerang­kan pelbagai gejala oksidasi dan pembakaran, sebelum orang menemukan oksigen dan hidrogen tetapi telah mengenal beberapa gas berwarna seperti gas klor.

Teori ini lahir ketika jaman alkimia berakhir, tetapi jaman kimia modern belum tiba.

Sekitar tahun 1700, Georg Stahl, berdasarkan sa­ran Johann Joachim Becher, keduanya kimiawan Jer­man, mengemukakan bahwa suatu zat yang ia nama­kan fiogiston akan lolos bila suatu bahan terbakar atau besi berkarat. Banyak ilmuwan ternama waktu itu menerima teori ini, misalnya Cari Wilhelm Scheele, Joseph Priestley, dan Henry Cavendish, sehingga teori ini meskipun kelak terbukti meleset, merupakan kon­sep pemersatu dalam ilmu kimia.

Scheele menduga bahwa kalor yang dibebaskan oleh reaksi kimia terdiri atas dua zat, yakni fiogiston dan apa yang disebut hawa api. Tentu saja teori ini keli­ru, namun dalam eksperimennya ia benar-benar mem­peroleh hawa api itu, yang kelak terbukti adalah gas oksigen. Priestley juga memperoleh oksigen yang di­sebutnya udara deflogiston (tanpa fiogiston).

Cavendish mempelajari gas yang dibebaskan bila logam dilarutkan dalam asam; dikiranya itulah fiogis­ton yang terdapat dalam logam (kelak orang menge­tahui bahwa itulah hidrogen).

Antoine Laurent Lavoisier menolak teori ini dengan mengemukakan sejumlah eksperimen, yang dimung­kinkan setelah teknik pneumatik dikembangkan, se­hingga orang dapat bekerja dengan gas secara kuan­titatif. Karya Lavoisier ini membuka jaman kimia modern.

Incoming search terms:

  • Teori flogiston
  • flogiston
  • Pengertian flogiston
PENGERTIAN TEORI FLOGISTON | ADP | 4.5