PENGERTIAN TEORI INTERAKSI HARAPAN

227 views

Homan (1950) mengembangkan teori tentang peran kepemimpinan dengan menggunakan tiga variabel dasar: tindakan, interaksi, dan sentimen. Asumsinya bahwa peningkatan frekuensi interaksi dan partisipasi sangat berkaitan dengan peningkatan sentimen/perasaan senang dan kejelasan dari norma kelompok. Semakin tinggi kedudukan individu dalam kelompok, maka aktivitasnya semakin sesuai dengan norma kelompok, interaksinya semakin meluas dan semakin banyak .mggota kelompok yang berhasil diajak berinteraksi. Kepemimpinan didefinisikan sehubungan dengan ajakan berinteraksi.

Menurut teori Heemphills (1954), kepemimpinan muncul pada situasi tertentu di mana saling ketergantungan antara tugas-tugas kelompok masing-masing anggota menjadi cirinya. Struktur peranan kelompok ditentukan oleh harapan institusional dengan mempertimbangkan dan memperhitungkan permulaan struktur dalam interaksi. Kemungkinan keberhasilan tindakan kepemimpinan merupakan fungsi dari persepsi anggota tentang kebebasan untuk menerima atau menolak struktur di dalam interaksi tersebut. Bila struktur tersebut akan membawa ke pemecahan masalah, maka nilai dan kekuatan harapan anggota kelompok akan semakin sesuai dengan struktur. Jadi, tindakan kepemimpinan mengawali struktur dalam interaksi dan kepemimpinan merupakan tindakan memprakarsai struktur tersebut. Stogdill (1959) mengembangkan teori harapa n-reinforcement (mengharap bantuan) untuk mencapai peran. Interaksi antaranggota dalam pelaksanaan tugas akan menguatkan harapan untuk tetap berinteraksi. Jadi, peran individu ditentukan oleh harapan bersama yang dikaitkan dengan penampilan dan interaksi yang dilakukannya.

Teori yang diajukan oleh Bass (1960) banyak berisikan hubungan antarvariabel. Inti kepemimpinan dapat dilihat dari usaha anggota untuk mengubah motivasi anggota lain untuk mengubah tingkah lakunya. Bila berhasil, perubahan terlihat dari penerimaan anggota tentang kepemimpinan. Motivasi dirubah dengan merubah harapan tentang hadiah dan hukuman. Kelompok merupakan kumpulan dari individu yang mengharapkan mendapat hadiah dan menghindari hukuman. Perubahan tingkah laku anggota kelompok yang terjadi dimaksudkan untuk mendapatkan hadiah atas penampilannya. Jadi, nilai seorang pemimpin tergantung dari kemampuan untuk mencipta- kan harapan akan pujian/hadiah.

Evans (1970) mengajukan teori ‘path-goal tentang kepemimpinan. Intinya adalah hadiah hanya akan didapat melalui cara-cara tertentu dan di sini anggota kelompok harus mempersepsikan semua tingkah lakunya ke arah cara tersebut. House (1970) mengembangkan teori kepemimpinan yang motivasional. Fungsi dari motivasi pemimpin adalah untuk meningkatkan asosiasi antara cara-cara tertentu yang bernilai positif dalam mencapai tujuan dengan tingkah laku yang diharapkan, dan meningkatkan penghargaan bawahan akan pekerjaan yang mengarah pada tujuan. Fiedler (1970) mengembangkan teori kepemimpinan yang mempersatukan. Keefektifan pola tingkah laku pemimpin tergantung dari hasil yang ditentukan oleh situasi tertentu. Pemimpin yang memiliki jarak sosial (menekankan pada orientasi kerja) cenderung lebih efektif dalam berbagai situasi. Semakin sosiabel interaksi kesesuaian pemimpin, semakin efektif kepemimpinan yang dihasilkan oleh situasi tertentu.

Incoming search terms:

  • teori harapan dan inter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *