PENGERTIAN TEORI NALURI

By On Tuesday, May 5th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Seperti juga sudah diungkapkan, Freud dalam teori psikoanalisis klasiknya mengemukakan bahwa agresi adalah satu dari dua naluri dasar manusia. Naluri agresi atau ini merupakan pasangan dari naluri ual atau Jika naluri .  berfungsi untuk melanjutkan keturunan, naluri agresi berfungsi mempertahankanjenis. Kedua naluri tersebut berada dalam alam ketidaksadaran, khususnya pada bagian dari kepribadian yang disebut Id yang pada prinsipnya selalu ingin agar kemauannya dituruti (prinsip kesenangan atau pinciple).Akan tetapi, sudah barang tentu tidak semua keinginan Id dapat dipenuhi. Kendalinya terletak pada bagian lain dari kepribadian yang dinamakan yang mewakili norma- norma yang ada dalam masyarakat dan yang berhadapan dengan kenyataan. Karena dinamika kepribadian seperti itulah, sebagianbesar naluri agresif manusia diredam (repressed) dalam alam ketidaksadaran dan tidak muncul sebagai perilaku yang nyata. Akan tetapi, bahwa agresivitas merupakan ciri bawaan manusia terbukti dalam berbagai mitologi. Bahkan kisah-kisah kitab suci pun (Perjanjian Lama) penuh dengan cerita bernada agresif (Kain membunuh Abel, Sodom dan Gomorah, Nabi Ibrahim yang akan memotong leher Nabi Ismail, kisah banjir besar yang menenggelamkan seluruh umat kecuali yang ikut di kapal Nabi Nuh, dan sebagainya).

Teori naluri lainnya adalah yang antara lain dikemukakan oleh K. Lorenz (1976). Dari pengamatannya terhadap berbagai jenis hewan, Lorenz menyimpulkanbahwa agresi merupakanbagian dari naluri hewan yang diperlukan untuk     (bertahan) dalam proses evolusi. Agresi yang bersifat           ini, menurut Lorenz, bersifat adaptif (menyesuaikan diri terhadap lingkungan), bukan destruktif (merusak lingkungan).

Kritik terhadap teori naluri ini datang dari orang-orang yang meragukan konsep naluri itu sendiri. Barash (1979) adalah salah satu di antaranya. Ia mengumpulkan berbagai buku yang terbit di sekitar tahun 1924 dan menemukan sekitar 6.000 macam naluri yang disebut-sebut dalam buku-buku itu. Tampaknya ada kecenderungan pada waktu itu untuk memberi label naluri pada setiap perilaku. Jadi, tidak hanya naluri agresi dan  yang ada, tetapi juga ada naluri keibuan, makan, tidur, naluri bekerja, berkumpul, menyusui, dan sebagainya.

Kritik lain datang dari para pakar yang berorientasi budaya. Mereka antara lain mengatakan bahwa kalau agresi adalah naluri, agresi harus sama saja kapan pun, di mana pun dan di lingkungan budaya apa pun. Nyatanya, agresivitas berbedabeda antara satu negara dan negara yang lain. Di Norwegia, misalnya, angka pembunuhan sangat rendah, yaitu tidak sampai 1 dalam 100.000 penduduk. Akan tetapi, di Irlandia jauh lebih tinggi, yaitu 13 dalam 100.000 dan di Muangthai mencapai 14 dalam 100.000 (data tahun 1970, dikucip dari Archer & Gartner, 1984).

  1. Teori Biologi

Teori biologi mencoba menjelaskan perilaku agresif, baik dari proses faal maupun teori genetika (ilmu keturunan). Yang mengajukan proses faal antara lain adalah Moyer (1976) yang berpendapat bahwa perilaku agresif ditentukan oleh proses tertentu yang terjadi di otak dan susunan syaraf pusat.

Incoming search terms:

  • teori naluri
PENGERTIAN TEORI NALURI | ADP | 4.5