PENGERTIAN TEORI ORANG-ORANG TERKEMUKA

28 views

Beberapa ahli teori terdahulu, dipengaruhi oleh penelitian Galton (1879) tentang latar belakang keturunan dari orang-orang terkemuka, yang mencoba menerangkan kepemimpinan berdasarkan warisan. Woods (1913) mempelajari empat belas bangsa dalam kurun waktu lima sampai sepuluh abad. Kaum kerabat para raja juga memiliki kecenderungan untuk menjadi orang yang berkuasa dan berpengaruh. Woods menyimpulkan bahwa manusia membuat dan membentuk suatu bangsa sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Wiggams (1931) melanjutkannya dengan proposisi bahwa kelangsungan hidup buat yang terbaik, dan perkawinan campuran di antara mereka menghasilkan kelas aristokrat yang secara biologis berbeda dengan kelas yang lebih rendah. Jadi, pemimpin yang superior sangat bergantung dari keturunannya.

Carlyle (1841) dalam essay-nya tentang para pahlawan mengon- sepsikan pemimpin sebagai seorang individu yang memiliki bakat bawaan yang diperoleh dari keturunan yang khas. Dowd (1936) menyatakan bahwa individu-individu dalam setiap masyarakat memiliki tingkatan yang berbeda dalam inteligensi, energi dan kekuatan moral, dan apa pun arah pengaruh yang ditimbulkan oleh massa, mereka selalu dipimpin oleh individu yang benar-benar superior. Jennings (1960) mengajukan survey komprehensif dan analisis dari teori orang-orang terkemuka tentang kepemimpinan.

Jika pemimpin diberkati dengan kualitas superior yang membedakan dirinya dari pengikut, memungkinkan untuk mengidentifikasikan kualitas-kualitas tersebut. Asumsi ini menimbulkan teori-teori tentang silat kepemimpinan. Bernard (1926), Bingham (1927), Tead (1929), dan Kilbourne (1935) menerangkan kepemimpinan berkenaan dengan sifat-sifat dasar kepribadian dan karakter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *