PENGERTIAN THE THEORY OF COGNITIVE DISSONANCE

By On Tuesday, November 11th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Istilah disonansi kognitif dari teori yang ditampilkan oleh Leon Festinger ini berarti ketidaksesuaian antara kognisi sebagai aspek sikap dengan periiaku yang terjadi pada diri seseorang. Orang yang mengalami disonansi akan berupaya mencari dalih untuk mengurangi disonansinya itu.

Pada umumnya orang berperilaku ajeg atau konsisten dengan apa yang diketahuinya. Tetapi kenyataan menunjukkan bahwa sering pula se-seorang berperilaku tidak konsisten seperti itu. Leon Festinger menyaji kan contoh seorang pemuda yang sedang berkencan. Ketika ia asyik berkencan dengan segala kegairahannya, ia sadar bahwa uang yang ada di kantungnya tidak memadai dengan perbuatannya terhadap pacarnya itu. Keterpautan perilaku dengan pengetahuan mengenai situasi keuangannya itu dinamakan disonansi.

Jika seseorang mempunyai informasi atau opini yang tidak menuju ke arah menjadi perilaku, maka informasi atau opini itu akan menimbulkan disonansi dengan perilaku. Apabila disonansi tersebut terjadi, maka orang akan berupaya menguranginya dengan jalan mengubah perilakunya, kepercayaannya atau opininya.

Untuk memperjelas teorinya itu, Festinger menyajikan contoh perihal pengurangan disonansi, banyak orang yang percaya akan adanya orang yang membersihkan giginya tiga kali sehari. Tetapi banyak pula orang mungkin paling banyak yang percaya akan adanya orang yang tidak menggosok gigi sesering itu. Jadi disonansi terjadi antara kepercayaan dan perilakunya. Orang-orang seperti itu akan mudah dipengaruhi oleh komunikasi yang menyatakan bahwa sungguh-sungguh berbahaya jika menggosok gigi terlalu sering, atau oleh komunikasi yang menyatakan bahwa sebuah merk pasta gigi sedemikian tinggi mutunya sehingga bila orang menggunakannya cukup satu kali saja.

Jika kedua jenis komunikasi itu diterima dan dipercaya, maka pengu-rangan disonansi terjadi. Tetapi sebaliknya kalau ada seseorang yang berupaya mempersuasi orang lain dengan menyatakan bahwa sebenarnya demi kesehatan gigi hendaknya digosok lima kali sehari, maka komunikasi seperti itu akan ditentangnya, dalam arti kata orang itu tidak dapat dipengaruhi. Jelaslah bahwa jika orang itu menerima komunikasi tersebut akan meningkatkan disonansi antara kepercayaan dengan perilaku. Jadi komunikasi persuasif akan sangat efektif, apabila mengurangi disonansi, dan tidak efektif jika meningkatkan disonansi.

 

 

(THEORI DISONANSI KOGNITIF)

PENGERTIAN THE THEORY OF COGNITIVE DISSONANCE | ADP | 4.5