Hierarki sosial.

Pengertian working class (kelas pekerja) adalah Sebuah kelom­pok sosial yang terdiri dari kaum pekerja pertambangan, pabrik, transportasi dan pe­kerjaan sejenis, yang bersatu di kota-kota in­dustri yang dikembangkan dengan pesat oleh perkembangan produksi kapitalis di abad 19, yang menjadi kekuatan politik yang semakin penting sebagai sumber serikat pekerja, kope­rasi dan partai politik yang diilhami oleh ide­ide sosialis (lihat SociAusm). Pada awal abad 20, partai kelas pekerja atau buruh berdiri di seluruh Eropa—beberapa di antaranya, khususnya di Jerman dan Austria, amat be­sar—dan juga, dalam skala lebih kecil, di Amerika Utara. Sejak saat itu, politik inter­nal di negara-negara Eropa, dan di panggung politik di masyarakat lain, didominasi oleh konflik antara partai kelas buruh dan partai yang membela sistem ekonomi yang sudah ada dan hierarki sosial; yakni, antara partai “kiri” melawan partai “kanan.”

Partai buruh. Pengertian working class (kelas pekerja) adalah

Tetapi di sepanjang abad ke-20 kondisi eksistensi dan politik kelas pekerja men­galami banyak perubahan. Sejak 1890-an perluasan hak pilih di Eropa Barat, yang tercapai melalui desakan kelas pekerja, memungkinkan munculnya partai sosialis parlementer yang pelan-pelan meningLit kan kondisi kehidupan kelompok buruh, sedangkan peningkatan produktivitas in­dustri modern ikut menaikkan standar hidup, dan pada saat yang sama menam­bah jumlah kelas menengah, yang bekerja di perkantoran, bidang teknis dan profe­sional. Jadi partai buruh menjadi lebih ter­libat dalam isu reformasi sosial, dan mun­cul perbedaan pendapat mengenai politik “reformis” versus “revolusioner” (liha REFORMISM; REVISIONISM). Pengertian working class (kelas pekerja) adalah Revolusi politik mudah meletup di Eropa Timur, dan ter­utama di Rusia, di mana gerakan kelas bu­ruh berhadapan dengan rezim autokratik, dan di negara yang didominasi petani; dan perpecahan antara dua jenis orientasi tik ini berpuncak dalam perpecahan antara partai komunis (Bolshevik) dengan partai sosialis pasca-Revolusi Rusia. Bertenta ng­an dengan Eropa, gerakan kelas pekerja di AS, setelah dekade pertama abad 20 ketika sosialisme tampak menguat, tak pernah sukses dalam membangun partai buruh yang independen dan kuat secara nasional di dalam situasi standar hidup yang tinggi, gaya hidup demokratis, kesempatan mo­bilitas geografis dan sosial dan imigrasi skala besar (Sombart, 1906; Laslett dan Lipset, 1974). Oposisi antara partai-partai berbasis kelas mencapai puncaknya dalam depresi ekonomi pada 1930-an. Walaupun ada per­tentangan sosialis/komunis, dan ada banyak kekalahan pada periode itu, partai kelas buruh muncul kembali setelah 1945 dan makin banyak anggotanya dan mendapat lebih banyak dukungan elektoral ketimbang periode sebelumnya. Tetapi selama dekade selanjutnya perubahan sosial dan ekonomi telah mengubah situasi kelas buruh. jum lahnya makin menurun dibandingkan de­ngan MIDDLE CLASS; situasi ekonomi pekerja makin baik sebagai akibat pertumbuhan ekonomi yang substansial dan tingkat full employment yang cukup tinggi serta adanya pelayanan sosial yang lebih baik di “negara kesejahteraan” baru; dan ekspresi ideologis/ politi ari antagonisme kelas pelan-pelan melunak. Beberapa partai Eropa tak lagi mendeskripsikan dirinya sebagai partai ke­las, atau tak lagi menekankan pada tujuan sosialis, namun lebih menekankan pada komitmen untuk memperluas penyediaan kesejahteraan sosial dan mengurangi ket­impangan dalam kekayaan dan pendapa­tan melalui berbagai macam cara. Salah satu faktor penting dalam situasi ini adalah respon kritis dari banyak par­tai berbasis kelas terhadap kediktatoran politik di Uni Soviet, yang meluaskan peng­aruhnya ke negara-negara Eropa Timur setelah perang, dan pembentukan apa yang dideskripsikan sebagai masyarakat “so­sialisme riil.” Sepanjang era 1950-an dan 1960-an penindasan pemberontakan popu­lar di rezim-rezim Eropa Timur ini menim­bulkan krisis dan gerakan penentang di dalam negeri, dan menyebabkan penurun­an pengaruh partai komunis di negara lain, yang berpuncak pada transformasi besar­besaran di masyarakat Eropa Timur pada akhir 1980-an dan hilangnya komunisme sebagai idelogi utama atau orientasi politik utama di kalangan kelas pekerja. Pengertian working class (kelas pekerja) adalah Di negara industri maju, kelas buruh tak lagi seperti apa yang dideskripsikan Marx sebagai “mayoritas besar” tetapi merupakan 50 persen dari penduduk, dan beberapa ilmuwan sosial berpendapat bah­wa negara-negara ini akan menjadi, atau telah menjadi, masyarakat “kelas mene­ngah,” di mana muncul kepentingan dan gerakan sosial dan politik yang baru­yang memerhatikan persoalan gender, ras dan lingkungan—yang menjauhi konflik lama. Tetapi ada pendapat lain yang me­nyatakan bahwa masih ada struktur ke­las tertentu (yang kini mulai muncul lagi di negara-negara Eropa Timur) di negara kapitalis, bahwa kelas buruh masih meru­pakan elemen besar dan penting dalam struktur ini, dan bahwa pembagian ke­las dan konflik kelas, betapa pun sudah berubah ekspresinya, masih memengaruhi doktrin sosial dan tindakan politik.