Econo­mie-monde.

Pengertian world-system (sistem-dunia) adalah Ini adalah konsep yang relatif baru. frasa ini jelas telah lama dipakai dari masa ke masa dengan pengertian yang longgar. Tetapi penggunaannya yang sekarang, yang me­nunjukkan bahwa ini adalah “kdrisep,” dimulai dengan penciptaan istilah econo­mie-monde oleh Fernand Braudel. Braudel sendiri mengatakan ia mengambil istilah itu dari istilah Weltwirtschaft ciptaan Fritz Rorig pada 1933, namun jelas melalui Braudel inilah konsep tersebut menjadi terkenal.

Perekonomian internasional. Pengertian world-system (sistem-dunia) adalah

Bahasa Prancis (dan bahasa Romawi lainnya) mengizinkan perbedaan dalam ben­tuk linguistik yang tidak bisa dilakukan di bahasa Jerman dan Inggris. Para ekonom telah lama berbicara tentang perekonomian dunia, sebuah istilah yang cenderung mereka pakai sebagai sinonim dengan perekonomian internasional. Istilah itu terutama mengacu pada struktur perdagangan dan arus finan­sial antarnegara-negara yang berdaulat. an finansial ini dicerminkan melalui standar indikator tertentu seperti term of trade atau neraca pembayaran. Dalam penggunaan ini, kata internasional mengacu pada aliran an­tar negara (yakni negara berdaulat), dan isti­lah “dunia” mengacu pada fakta bahwa apa yang sedang dianalisis ekonom adalah aliran di seluruh dunia. Di Prancis terjemahan standar dari “per­ekonomian dunia” adalah economie mon­diale. Tetapi Braudel menciptakan istilah berbeda. Dia menggunakan istilah econo­mie-monde. Dengan istilah itu dia ingin menunjukkan hahwa dia sedang membahas bukan dunia, tetapi sebuah dunia, bukan “ekonomi dunia” tetapi “ekonomi yang ada sehuah dunia.” Konsekuensinya, Brau­det tidak mengacu pada relasi ekonomi di antara unit-unit politik yang dianggap in­dependen, tetapi pada proses ekonomi di dalam dunia itu secara keseluruhan, se­buah dunia yang merupakan sistem eko­nomi tunggal. Sayalah yang berusaha merumuskan per­bedaan dalam Bahasa Inggris antara econo­mie mondiale dengan economi monde den­gan menggunakan garis sambung. Karena “perekonomian dunia” sudah dipakai se­bagai padanan untuk economie mondiale, saya mengginakan “perekonomian-dunia” (dengan garis sambung) sebagai padanan untuk economie-monde. Sebuah perekono­mian-dunia pada awalnya didefinisikan se­bagai entitas yang di dalam batas-batasnya ada satu pembagian kerja yang menyeluruh namun yang dalam kenyataannya menca­kup sejumlah struktur negara terpisah. Melalui pemikiran mendalam tampak jelas bahwa secara historis ada entitas besar lain yang dapat dikatakan punya satu pem­bagian kerja tetapi di dalam batas-batasnya tidak memuat struktur negara tersendiri. Ini tampak berlaku untuk kerajaan kuno, misalnya Romawi atau Cina. Melalui para­lelisme linguistik dengan “perekonomian­dunia” istilah “kerajaan-dunia” diciptakan untuk menunjukkan contoh yang disebut belakangan tersebut. Kedua istilah itu di­anggap sebagai variasi dari entitas yang disebut “sistem-dunia.” Sejak awal 1970-an ketika konsep awal ini diselesaikan, ada banyak karya teoretis dan empiris tentang sistem-dunia telah dikerjakan. Kebanyakan dari karya ini di­kaitkan dengan studi sistem-dunia tertentu, “sistem-dunia modern,” atau “sistem-dunia kapitalis.” Akan tetapi, selain itu, sejumlah arkeolog telah berupaya menggunakan kon­sep sistem-dunia untuk menganalisis berba­gai situasi pra-modern yang menjadi kajian mereka. Para arkeolog ini menunjukkan hahwa rekonstruksi dari data semestinya dilanjutkan clengan observasi zona spasial yang lebih luas ketimbang sebelumnya, dan bahwa zona yang lehih luas ini adalah “sistem-dunia.” Belakangan, muncul minat dalam studi komparatif terhadap jenis-jenis sistem-dunia yang berbeda-beda. Setiap konsep, terutama jika baru, biasa­nya mengundang polemik. Adalah penting untuk menggarisbawahi apa sasaran kon­sep alternatif dari konsep sistem-dunia. Ada tiga elemen utama dalam polemik ini. Pengertian world-system (sistem-dunia) adalah Yang pertama berkaitan dengan unit analisis. Me­nyatakan bahwa dunia modern harus dili­hat sebagai sistem-dunia atau sistem-dunia kapitalis sama artinya dengan menyatakan bahwa unit primer dari batasan sosial dan pembuatan keputusan sosial yang bermakna adalah sistem-dunia ini, bukan negara-bang­sa yang secara tradisional dianggap sebagai unit analisis. Dari premis pertama ini, muncul pre­mis kedua. Unit-unit yang berkembang dari waktu ke waktu dianggap bukan apa yang disebut negara-bangsa tetapi sistem-dunia se­bagai sistem-dunia singular. Ini adalah argu­men menentang “developmentalisme” atau teori MODERN1ZATION yang mengasumsikan eksistensi entitas independen yang paralel secara logis, negara-bangsa, yang masing­masing berusaha menempuh perkembangan meskipun kesuksesannya bervariasi hingga saat ini. Teori modernisasi cende­rung menjadi teori homogenisasi, sedangkan analisis dari perspektif sistem-dunia cende­rung menekankan pada polarisasi struktur sistemik-dunia dari waktu ke waktu. ketiga dalam polemik ini ka re­nanya adalah soal mode analisis, atan tentang persoalan epistemologi. Analisis yang menggunakan negara-bangsa sebagai unit analisis, dan teorisasi dari perspektif developmentalis, cenderung menjadi no­motetik, mencari pernyataan yang tepat yang mendekati kaidah baku yang dapat menjelaskan proses yang diamati. Episte­mologi “perspektif sistem-dunia” didasar­kan pada pandangan bahwa sistem-dunia adalah “sistem-sistem historis.” Sistem his­toris seca’ra simultan adalah sistemik, dengan struktur menentukan proses siklis yang terus berjalan, dan historis, yakni mereka berkembang dari waktu ke waktu dan pu­nya awal dan akhir. Ini membawa analisis sistem-dunia kedua konklusi epistemologis utama. Yang satu adalah penolakan terha­dap metodologi nomotetik dan ideografis dan lebih memilih analisis atas seperang­kat kaidah umum tertentu yang mengatur tipe-tipe sistem-dunia. Pengertian world-system (sistem-dunia) adalah Yang kedua adalah dukungan pada teorisasi di dalam sains yang menolak dinamika linier Newtonian dan lebih memilih model proses nonlinier yang akhirnya bercabang-cabang. Konsep “sistem-dunia” adalah konsep kontroversial di dalam pemikiran abad 20. Konsep ini cenderung menentang pandan­gan utama, baik secara kuantitatif maupun sosial. Tentu saja, dengan mengabaikan po­lemik ini, konsep ini dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam teorisasi standar tentang perilaku sosial, tetapi pengabaian tersebut akan melemahkan dan jarang me­nambah wawasan.