Aspirasi generasi muda.

Pengertian youth movement (gerakan kaum muda) adalah Ini adalah usaha terorganisir dan sadar yang dilakukan oleh kalangan anak muda (an­tara usia remaja akhir dan dewasa awal) untuk menentang atau melahirkan perubah­an sosial dan politik. Gerakan kaum muda mungkin muncul ketika institusi tradisional gagal memenuhi kebutuhan kelompok usia ini, dan ketika sejumlah generasi muda yang kritis menyadari masalah mereka dan mera­sa bisa berbuat sesuatu untuk mengatasi problem tersebut. Perbedaan antara kebu­tuhan individu atau aspirasi generasi muda dengan kondisi sosil, kultural dan politik yang ada merupakan akar dari kegelisahan kaum muda (lihat SOCIA1, MOVEMENT).

Pemberontakan kaum muda. Pengertian youth movement (gerakan kaum muda) adalah

Gerakan kaum muda bukan sekadar bentuk acak dari perilaku kolektif namun merupakan respons langsung terhadap ke­jadian dan kekuatan sejarah. Aktivitas politik kaum muda kemungkinan besar terjadi di negara yang mengalami transformasi cepat di mana kemampuan sistem politik diuji oleh berbagai macam situasi. Masyarakat yang mengalami ketidakstabilan institusional dan mengalami pelemahan legitimasi dan efektivi­tas akan menciptakan lingkungan yang ideal bagi munculnya gerakan protes. Selain protes politik, gerakan kaum muda mungkin juga berbentuk lain, seperti gerakan pelajar-maha­siswa, gerakan kultural (sastra, seni, musik), gerakan religius atau berbasis etnis, gerakan lingkungan, gerakan perdamaian/antiperang, dan gerakan kontra-budaya (lihat STUDENT MOVEMENT; YOUTH CULTURE; PEACE MOVEMENT; COUNTERCULTURE). Problem pemberontakan kaum muda dan penentangan terhadap masyarakat de­wasa dapat dirunut ke masa kuno, tetapi gerakan kaum muda yang terorganisir—se­perti mobilisasi kekuatan demi perubahan­adalah fenomena yang relatif baru dalam sejarah modern yang muncul berbarengan dengan gerakan nasionalisme. Sejak awal abad ke-19, ada lima periode aktivitas gerak­an pemuda yang luar biasa: Young Europe (1815 sampai 1848, 1860 sampai 1890); Post-Victorian (1890 sampai 1910); Great Depression (1930 sampai 1940); Angkatan 1960-an (1960 sampai 1970); dan Angka­tan 1980-an (1980 sampai 1990). Ledakan gerakan pemuda hampir dua abad yang lalu menjadi mengglobal sepanjang 1960-an dan 1980-an (Braungart dan Braungart, 1993; Esler, 1971). Gerakan kaum muda adalah perjuang­an generasi yang mencakup bentuk konflik antargenerasi dan intragenerasi. Konflik antargenerasi melibatkan dua proses dina­mik. Pertama, orang muda menolak institusi orang dewasa karena dianggap lemah dan gagal. Berikutnya, berdasarkan kemampuan mobilisasi mereka, kaum muda menganggap generasi merekalah yang bisa menciptakan perubahan yang diinginkan. Eksistensi kon­flik antargenerasi yang mendestabilkan ma – syarakat memperbesar kemungkinan konflik intragenerasi, yang terjadi ketika unit-unit generasi di dalam generasi yang sama saling bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan kontrol (Mannheim, 1952). Unit-unit generasi yang bersaing ini mungkin bertindak secara spontan (dilakukan sendiri oleh orang muda) atau mungkin didukung oleh organisasi orang dewasa. Unit-unit generasi merepresentasikan spektrum orientasi politik mulai dari sayap kiri ke sayap kanan dan dari kelompok moderat ke radikal (lihat juga NEw LEET; NEW RIGHT). Penjelasan gerakan muda muncul dari berbagai disiplin ilmu. Penjelasan psikologi sosial fokus pada penelitian karakteristik de­velopmental dari orang muda yang mempro­mosikan konflik usia dan orientasi politik yang berbeda, pada latar belakang keluarga dan bawaan kepribadian aktivis politik kaum muda, dan sikap serta perilaku peserta gerakan kaum muda. Pengertian youth movement (gerakan kaum muda) adalah Alasan dasar mengapa orang muda mudah membentuk dan ber­gabung dengan gerakan pemuda berkaitan dengan tendensi masa hidup remaja akhir dan dewasa awal, khususnya dengan makin majunya pemikiran kognitifnya, kesadaran politik dan sosialnya yang baru, pencarian identitas diri, keinginan menentukan nasib sendiri dan mandiri, dan kebutuhan akan kon­sistensi keyakinan-perilaku (Erikson, 1968; Keniston, 1971). Penjelasan sosiologis atas gerakan kaum muda menekankan pada pentingnya sosiali­sasi politik (khususnya keluarga, teman se­baya, sekolah, media), pengalaman bersama kelompok muda yang tumbuh bersama di masyarakat yang terus berubah dengan cepat, dan kondisi masyarakat dan struktur kesempatan yang memfasilitasi pembentuk­an gerakan kaum muda. Penjelasan historis berfokus pada sifat orang muda yang unik dan mudah meledak-ledak. Penjelasan ini mengidentifikasi beberapa cirinya. Ilmuwan sosial dan sejarawan mencatat bahwa gerak­an kaum muda cenderung muncul ketika kelompok kaum muda yang besar merasa mereka memiliki nilai dan pengalaman yang sama yang menjadikan mereka sebagai gene­rasi istimewa, dan ketika mereka menghadapi diskontinuitas historis tertentu dan punya pel­uang untuk inelakukan mobilisasi. Kerangka interaktif untuk studi dan perbandiligan gerak­an kaum muda menggunakan pertimbangan siklus-hidup, efek kelompok dan periode sejarah serta cara faktor-faktor ini berkombi­nasi (Braungart dan Braungart, 1989). Penelitian empiris atas gerakan kaum muda dan partisipannya mendapat perha­tian di seluruh dunia sepanjang 1960-an dan terus berlanjut sampai sekarang. Pengertian youth movement (gerakan kaum muda) adalah Gerak­an kaum muda berperan penting dalam pecahnya Kekaisaran Soviet pada 1980-an dan protes di Lapangan Tiananmen pada 1989. Gerakan mereka juga berkaitan de­ngan protes di bidang hak asasi manusia dan lingkungan di sejumlah negara sejak 1980-an hingga abad ke-21. Beberapa temuan riset menunjukkan perkembangan jalan hidup kaum muda—arah pandangan politik dan kecenderungan radikal atau moderatnya—sangat dipengaruhi oleh pe­ngalaman sosialisasi politik keluarga. Ni­lai-nilai generasi, ikatan sosial dan orien­tasi politik yang diekspresikan pada masa muda kemungkinan akan dipertahankan di masa dewasa, khususnya bagi mereka yang aktif secara politik di masa remaja akhir dan dewasa awal (Andrews, 1991). Studi gerakan kaum muda mendapat sokongan dari pendekatan interdisipliner interaktif yang berusaha mengungkapkan bagaimana kekuatan sejarah, sosiologis dan psikologis berpadu menghasilkan aktivitas gerakan kaum muda. Analisis mungkin di­lakukan pada sejumlah aspek: individual, kelompok, lokal, nasional, internasional dan longitudinal. Baik itu metode kuanti­tatif maupun kualitatif dapat dipakai dan dianjurkan pula menggunakan pendekatan perbandingan. Penelitian riset menunjuk­kan bahwa gerakan kaum muda muncul sebagian karena ketidakmampuan rezim politik dan masyarakat dewasa memecah­kan problem lama dan beradaptasi dengan kondisi baru. Signifikansi historis dan pe­nyebaran gerakan kaum muda di tingkat global adalah bukti dari gigihnya generasi muda sebagai kekuatan kritis dan pemharu dalam sejarah modern.