PERANAN KELOMPOK DALAM PENCAPAIAN -TUJUAN ORGANISASI

By On Monday, August 17th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Sesuai dengan kodratnya manusia sebagai makhluk sosial selalu ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Hal tersebut terjadi karena manusia itu pada dasarnya tidak dapat hidup sendirian, oleh karenanya mereka hidup berkelompok dan bergotong royong dalam berbagai pekerjaan. Hal seperti inilah yang mendasari timbul dan berkembangnya kelompok-kelompok baik dalam organisasi maupun dalam masyarakat. Jika kita amati dalam organisasi peranan kelompok dalam pencapaian tujuannya sangatlah besar, baik peranan yang sifatnya langsung maupun tidak langsung. Melihat gejala tersebut penulis ingin mendalaminya melalui tulisan ini, di mana pembahasannya akan difokuskan pada kelompok yang tumbuh dan berinteraksi dalam organisasi.

Kelompok-kelompok yang dibentuk oleh organisasi diharapkan dapat mempengaruhi perilaku dari anggota-anggotanya, sebab kelompok-kelompok tersebut sangat berperan dalam mencapai tujuan organisasi. Kegiatankegiatan dilakukan oleh semua pihak serta dengan adanya kesamaan tujuan, merupakan unsur-unsur fundamental di dalam studi organisasi. Dalam setiap kelompok, interaksi yang dilakukan oieh seorang anggota dengan anggota-anggota kelompok lainnya juga sangatlah penting. Sebagian dan kepuasan seorang anggota dalam kelompok datangnya responsi-responsi baik yang positif maupun yang negatif dari kelompok lain misalnya persetujuan tentang dan diterimanya perilaku orang tersebut.Sebab responsi tentang persetujuan atau penolakan merupakan hal yang sangat penting bagi para anggota-anggota kelompok. Selanjutnya kelompok tersebut memberi kepercayaan dan nilai-nilai kepada anggota-anggotanya secara individual.

Kerap kali terjadi bahwa keyakinan seseorang bukan didasarkan kepada pengetahuannya secara pribadi tentang suatu subyek, tetapi berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompoknya atau kelompok dimana ia ingin menjadi anggota. Pengaruh lingkungan juga merupakan hal yang penting untuk menerima suatu perubahan, kebanyak orang cenderung untuk menolak perubahan yang akan menghancurkan pola kebiasaan-atau hubungan sosial yang sudah berakar. Walaupun demikian, apabila perubahan dimulai dari dalam kelompok maka anggotaanggotanya biasanya dapat menerima per-ubahan tanpa hambatan. Bertolak dari kondisi seperti itu pokok kajian penulis dalam tulisan ini adalah sebagai berikut : Bagaimanakah peranan kelompok dalam organisasi ?, dan bagaimanakah usaha untuk megefektifkan kelompok tersebut dalam mencapai tujuan organisasi ?

  1. Pengertian Kelompok

Jika berbicara tentang pengertian kelompok kita akan menjumpai berbagai pengertian yang dikemukakan oleh berbagai pakar. Berikut ini disajikan berbagai definisi yang diuraikan dengan melihatnya dari berbagai segi. Jika dilihat dari segi interaksi, (Shaw, 1976) menyatakan kelompok adalah sejumlah orang yang saling berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya, dalam jumlah yang relatif kecil dan jangka waktu yang sangat terbatas sehingga tiap-tiap orang mampu berkomunikasi. secara langsung tanpa melalui orang lain. Sementara itu jika dilihat dari segi persepsi, (Bales, 1950) kelompok diartikan sebagai sejumlah orang yang melakukan interaksi dengan yang lain dengan suatu pertemuan tatap muka atau dengan serangkaian pertemuan serupa itu, dimana dalam pertemuan tersebut tiap orang menerima suatu kesan atau persepsi mengenai anggota yang lain yang sangat berbeda, sehingga ia dapat segera memberikan tanggapan kepada anggota lainnya sebagai individu, sekalipun kesan itu hanya berupa ingatan bahwa anggota yang lain itu ada. Kemudian jika didekati dari segi sistem atau organisasi yang biasanya dirumuskan oleh para pakar sosiologi, (McDavid dan Harari, 1960) berpendapat bahwa kelompok adalah suatu sistem yang terorganisir dan terdiri dari dua orang atau lebih yang saling berhubungan sedemikian rupa sehingga sistem tersebut melakukan fungsi tertentu, mempunyai serangkaian peran hubungan antara para anggotanya dan serangkaian norma yang mengatur fungsi kelompok setiap anggota.

Sedangkan jika dilihat dari segi kepentingan atau motivasi, (Bass, 1960) mengemukakan kelompok adalah suatu kumpulan individu yang eksistensinya adalah sebagai kumpulan yang sangat bermanfaat bagi para individu tersebut. Berdasarkan pengertian yang didekati dari empat segi tersebut terlihat adanya empat ciri penting yang terkandung di dalam suatu kelompok yaitu : Pertama, mempunyai motivasi untuk bergabung; Kedua, mengenai kelompok sebagai suatu unit yang terpadu dari orang-orang yang saling berhubungan (berinteraksi); Ketiga, memberi sumbangan yang berbeda-beda kepada proses pembentukan kelompok yang dapat dilihat melalui waktu atau biaya dan tenaga yang diberikan; dan Keempat, mencapai kesepakatan dan mempunyai perbedaan pandapat melalui interaksi. Sehubungan dengan yang menjadi pegangan dalam membahas permasalahan yang telah dirumuskan di atas, dan dengan mengacu kepada empat rumusan kelompok yang telah dikemukakan oleh pakar-pakar tersebut penulis berpendapat bahwa kelompok adalah beberapa karyawan atau individu yang saling berinteraksi satu sama lainnya melalui berbagai cara sehingga persepsi, sikap dan perilaku mereka menjadi sama untuk merumuskan dan menetapkan norma-norma dalam rangka mencapai tujuannya.

  1. Tipe Kelompok

Selanjutnya tipe kelompok dapat dibedakan sebagai berikut: Keiompok for-mal (Thoha, 1983). berpendapat bahwa kelompok formal adalah suatu kelompok yang sengaja dibentuk untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu, dimana menurut (Arif, 1985) kelompok formal ini mempunyai struktur yang jelas. Dari pengertian tersebut terlihat bahwa suatu kelompok dibentuk untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu di luar tugas rutin organisasi, diperlukan kelompok yang terdiri dari beberapa anggota organisasi, misalnya panitia, komite dan Iain-Iain. Selain itu menurut (Gibson, Ivancevich, Donnelly, 1989) kelompok formal ini terdiri dari kelompok komando (Command group) yaitu kelompok yang dibentuk berdasarkan struktur organisasi di mana bawahan yang ditugaskan bertanggung jawab langsung kepada atasannya, dan kelompok tugas ( task group) yaitu kelompok yang terdiri dari para karyawan yang bekerjasama untuk menyelesaikan suatu tugas atau proyek tertentu.

Kelompok informal, adalah suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Dengan demikian kelompok in-formal ini tumbuh dengan sendirinya, bukan karena dikehendaki oleh organsisai akan tetapi justru lahir karena kemawan para karyawan itu sendiri oleh karena adanya interaksi, daya tarik dan kebutuhankebutuhan mereka. Sementara itu kelom-pok informal masih dibagi dalam dua yaitu kelompok kepentingan dan kelompok persahabatan, kelompok kepentingan (interest group) adalah kelompok yang lahir karena tidak termasuk dalam kelompok komando maupun dalam kelompok tugas yang sama, sehingga mereka membentuk kelompok tersendiri yang di dasari atas kepentingan-kepentingan. Seianjutnya adalah kelompok persahabatan (friendship group) adalah kelompok yang terbentuk karena anggotanya mernpunyai banyak persamaan, misafnya usia, hobi, politik dan Iain-Iain. Kelompok terbuka dan tertutup (Thoha, 1983) mengemukakan bahwa kelompok terbuka dan tertiftup adalah suatu kelompok yang secara ajek mernpunyai rasa tanggap akan perubahan dan pembaharuan, sedangkan kelompok tertutup adalah kelompok yang kecil kernungkinannya menerima perubahan dan pembaharuan, atau mernpunyai kecenderungan tetap menjaga kestabilan.

 

 

Kelompok referensi

(Thoha, 1983)  berpendapat bahwa kelompok referensi adalah setiap kelompok di mana seseorang melakukan referensi atasnya. Seperti kita ketahui bahwa setiap manusia mernpunyai suatu kecenderungan yang positif dari dirinya yaitu suatu usaha untuk mengevaluasi kehidupannya dengan cara mencoba mencari umpan balik tentang dirinya. Dalam mengevaluasi diri mereka, biasanya didasarkan atas dua fungsi yaitu fungsi perbandingan sosial (social comparison) dan fungsi pengesahan sosial (social validation). Jika mengamati definisi-definisi di atas, terlihat empat unsur yang membedakan kelompok dalam organisasi, yaitu: Struktur, Kekekalan, Keintiman, dan Tujuan. Berdasarkan empat unsur tersebut kelompok dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu, kelompok formal dan kelompok informal.

Incoming search terms:

  • peran kelompok
PERANAN KELOMPOK DALAM PENCAPAIAN -TUJUAN ORGANISASI | ADP | 4.5