PERUBAHAN NILAI-NILAI SOSIAL

By On Thursday, November 20th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Di negara-negara yang berdasarkan keagamaan atau Ketuhanan yangMahaesa nilai-nilai sosial disusun secara vertikal; nilai Ketuhanan dan agama menduduki tempat tertinggi. Tetapi di negara-negara yang teknologinya sudah maju, kini dipakai dasar lain, bukan melainkan horisontalisme.Ini berarti bahwa manusia dijadikan titik orientasi dalajn penyusunan nilai-nilai sosial yang dihargai. Di situ gambaran Tuhan – manusia – dunia mengalami perubahan struktural dan dimensional.

Aspek-aspek mitologis, irrasional dan emosional, disingkirkan dari nilai-nilai tersebut; yang dahulu bersifat baka dan angker sekarang dinisbikan. Nilai-nilai manusia ditempatkan pada titik sentral dan dijadikan dasar baru bagi relasi yang serba horisontal. Memang dapat dipertanyakan, apakah perubahan tersebut di atas merupakan perubahan yang progresif ataukah regresif. Jawaban atas pertanyaan itu tergantung pada sikap yang bersangkutan terhadap masalah sekularisasi (bukan sekularisme).

Demikian pula terdapat perubahan penghargaan terhadap nilai- nilai kebajikan moral. Nilai kesetiaan suami istri, misalnya, yang dahulu dipandang sebagai permata yang menghiasi hakikat manusia, kini dalam masyarakat sekular tidak banyak diperhatikan.  Seberapa jauh pergeseran nilai dan pola kelakuan di atas dari kedudukannya semula sulit untuk dijawab, karena belum ditemukan alat pengukur yang tepat.

PERUBAHAN NILAI-NILAI SOSIAL | ADP | 4.5