POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD 1945

By On Tuesday, October 13th, 2015 Categories : Bikers Pintar

ASAL PEMBUKAAN UUD 1945
Asal Pembukaan UUD 1945 dikemukakan oleh Prof. Notonagoro, bahwa untuk mengetahui semula Pembukaan itu dalam isinya dan kata-katanya adalah disusun oleh Panitia 9 Anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPURKI) sebagai suatu perjanjian moral yang sangat luhur. Ini terjadi pada tanggal 22 Juni 1945, yang pada tanggal itu namanya “Piagam Jakarta”, kemudian disetujui oleh Panitia Kecil Penyelidik usul-usul dari Badan Penyelidik pada tanggal 10 Juli 1945, yang setelah disetujui oleh sebuah Panitia Hukum Dasar pada tanggal 11 Juli 1945, dengan tambahan dan perubahan ditentukan oleh Badan Penyelidik pada tanggal 14 Juli 1945. Akan tetapi akhirnya diterima oleh PPKI sebagaimana redaksi semula dengan beberapa perubahan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan oleh karena itu berlaku resmi, sehingga pembentuk Pembukaan ialah PPKI.
POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD 1945
Sesuai dengan penjelasan tentang UUD Negara Indonesia pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 ada 4 yaitu :
1. “Negara” begitu bunyinya “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan ber-dasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia”. Dalam pembukaan ini diterima aliran pengertian negara per-satuan, negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa seluruhnya. Jadi negara mengatasi segala paham golongan, mengatasi segala paham perseorangan. Negara, menurut pengertian “pembu-kaan” itu menghendaki per-satuan, meliputi segenap bang-sa Indonesia seluruhnya. Inilah suatu dasar negara yang tidak boleh dilupakan.
2. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
3. Pokok ketiga yang terkandung dalam “pembukaan” ialah negara yang berkedaulatan rakyat, berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas per-musyawaratan perwakilan. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia.
4. Pokok pikiran yang keempat yang terkandung dalam Pembukaan ialah negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, UUD harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan, Iain-Iain penyele?iggara negara untuk memelihara budi pekerti ke-manusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.
Pokok-pokok pikiran tersebut meliputi suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia. Pokokpokok pikiran ini mewujudkan citacita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara baik hukum yang tertulis maupun yang tidak tertulis.
Undang-undang Dasar menciptakan pokok-pokok pikiran ini dalam pasal-pasalnya.
Hukum Dasar tertulis dan tidak tertulis harus sesuai dengan pokokpokok pikiran maksimalnya harus : melaksanakan (derivasi/penjabaran) dan tidak bertentangan.

POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM PEMBUKAAN UUD 1945 | ADP | 4.5