POLA KELAKUAN BATINIAH RESMI DAN TIDAK RESMI

By On Monday, November 17th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Pola batiniah disebut resmi apabila cara berpikir dan merasa itu dirumuskan dengan jelas oleh unsur pimpinan agar semua anggota masyarakat mengetahuinya. Kemudian pola itu diajarkan secara resmi kepada warga masyarakat, supaya dilaksanakan. Misalnya: ajaran Panca sila dengan P4 sebagai ajaran resmi Republik Indonesia, demikian pula ajaran resmi Gereja Katolik, ajaran resmi agama Budha, ajaran resmi agama Islam, ajaran resmi Partai Demokrasi Indonesia dan lain-lain Semua anggota dari lembaga yang bersangkutan dibiasakan untuk berpikir dan merasa menurut pola yang telah ditentukan.

Pola kelakuan batiniah tidak resmi adalah cara berpikir dan merasa yang diikuti umum, namun tidak dirumuskan dengan tegas, dan tidak diajarkan secara resmi. Contohnya, pola pemikiran yang menyatakan bahwa nasib wanita mengikuti nasib pria (Jawa: swarga nunut neraka katut); bahwa orang dapat mengambil istri kedua dan seterusnya apabila istri pertama tidak punya anak. Kedua pola kelakuan di atas tidak selalu beijalan paralel. Ajaran tidak resmi yang biasanya memberatkan diganti dengan ajaran resmi.

POLA KELAKUAN BATINIAH RESMI DAN TIDAK RESMI | ADP | 4.5