SELEKSI BIBIT KELAPA SAWIT (THINNING OUT)

By On Monday, August 24th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Seleksi bibit bertujuan untuk mencari bibit yang benar-benar normal, sedangkan bibit yang tidak normal disingkirkan. Seleksi yang baik akan sangat menguntungkan dari sisi teknis agronomis maupun secara ekonomis. Apabila bibit yang tidak normal tertanam di lapangan akan diperoleh tanaman yang sama sekali tidak berbuah atau memiliki produksi yang rendah. Tidak normalnya suatu bibit dapat disebabkan oleh faktor kesalahan waktu menanam kecambah, tanah terlalu padat, tanah banyak mengandung batu, tanah terlalu basah, dan ta-nah terlalu kering.

Pada pembibitan pendahuluan bibit yang tidak normal mencapai 5-10 persen. Bibit yang tidak normal memiliki ciri-ciri antara lain : bibit yang daunnya sempit dan memanjang seperti daun alang-alang, bibit yang pertumbuhannya berputar, bibit yang anak daunnya menggulung, bibit yang pertumbuhannya memanjang, bibit yang anak daunnya kusut, bibit yang terserang penyakit tajuk, dan bibit yang ujung daunnya membulat. Bibit yang ujung daunnya lancip disebut bibit jantan. Sedangkan bibit betina dan normal adalah bibit yang memiliki vigour baik dan anak daunnya lebar. Bibit betina normal merupakan calon untuk dipindahkan ke pembibitan utama (Bin-toro, 1988 dan Lubis et al., 1990).

Kegiatan seleksi di pembibitan utama dilakukan dua bulan. Besarnya seleksi bibit tidak normal di pembibitan utama 10-15 persen (Sukur dan Lubis, 1982). Bibit tidak normal di pembibitan utama memeiliki ciri-ciri antara lain : bibit yang tumbuhnya meninggi dan kaku (errected), bibit yang permukaan tajuknya yang daunnya tidak membelah (fused leaf let), internode pendek (small internode), internode panjang (Wide internode, bibit yang rusak akibat serangan hama dan penyakit, serta bibit yang memiliki anak daun sangat tajam, pendekpendek, sangat jarang, dan sangat rapat

Bibit yang siap dipindahkan ke lapangan (areal perkebunan) yang kelak akan diambil hasilnya adalah bibit yang normal. Bibit normal memiliki ciri-ciri antara lain : pertumbuhan normal sampai berumur8-9 bulan, tinggi bibit 80100 cm, bibit memiliki pelepah hijau 8 J2 buah, dan sudut yang dibentuk antara pelepah muda dengan pelepah tua lebih besar dari 60° dan rata.

  1. Pembimbitan kelapa sawit yang telah maju dan menggunakan hasil persilangan de-ngan teknologi maju baru dikembangkan sejak tahun 1970.
  2. Pemilihan benih/kecambah dengan kualitas sangat baik merupakan salah satu syarat mutlak keberhasiian dalam pembibitan.
  3. Benih dan kecambah yang berkualitas hanya mungkin diperoleh dari instansi-instansi yang telah ditunjuk pemerintah.
  4. Benih/kecambah yangbaik akan menghasilkan bibit yang baik pula jika diikuti dengan ieknik pembibitan yang benar.
  5. Bibit yang berasal dari kultur jaringan belum dapat dikembangkan untuk perkebunan yang bersifat komersial.
  6. Seleksi bibit sangat dibutuhkan dan dari sini akan diperoleh bibit normal yang siap tanam.
  7. Besarnya seleksi bibit di pembibitan pendahuluan 5-10 persen dan di pembi-bitan utama 10-15 persen.
  8. Pembibitan adalah salah satu rangkaian kegiatan perkebunan yang memiliki peran strategis.

Incoming search terms:

  • cara membedakan bibit sawit jantan dan betina
  • ciri ciri bibit sawit jantan
  • beda bibit sawit jantan dan betina
  • ciri ciri kelapa sawit jantan
  • ciri ciri sawit jantan
  • ciri ciri bibit sawit betina
  • seleksi bibit kelapa sawit
  • perbedaan bibit sawit jantan dan betina
  • ciri bibit sawit jantan
  • pengertian seleksi bibit
SELEKSI BIBIT KELAPA SAWIT (THINNING OUT) | ADP | 4.5