SISTEM KEKELUARGAAN PATRILINIAL PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG

By On Wednesday, August 19th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Orang Lampung menganut sistem kekeluargaan patrilinial yang menarik garis keturunan melalui bapak. Anak laki-laki tertua dianggap sebagai pewaris, baik mewarisi jabatan/kedudukan adat maupun juga sebagai pewaris utama dalam kekayaan orang tuanya. Sebagai pewaris utama dari kekayaan yang berupa jabatan dan harta tersebut ia juga mempunyai kewajiban untuk memelihara dan mengawasi adik-adiknya sampai mereka dapat berdiri sendiri. Sistem kewarisan ini disebut sebagai sistem kewarisan mayorat. Biasanya orang tua membagikan hartanya sebagian kepada anak-anak perempuan pada waktu mereka masih hidup, hal ini dilakukan agar orang tua merasa tenang sudah dapat mewariskan sebagian hartanya kepada anaknya yang perempuan. Mempunyai anak laki-laki adalah suatu keharusan bagi orang Lampung, kehadiran -anak laki-laki pertama akan disambut dengan sangat gembira, biasa-nya diadakan pesta selamatan yang besar untuk menyambut kelahiran mereka. Dalam kehidupan sosial anak laki-laki tertua memegang peranan penting sebagai pengganti orang tuanya, biasanya mereka ikut memutuskan kepentingan-kepentingan keluarga, mewakili orang tuanya dalam melamar adik lakilakinya atau menerima lamaran dari orang lain untuk adik perempuannya dilakukan oleh anak laki-laki tertua. Gelar atau nama adat yang dipakai orang tuanya akan turun kepada anak laki-laki yang tertua. Mengapa begitu pentingnya anak laki-laki bagi orang Lampung ? Ini ada hubungannya dengan bentuk perkawinan hubungannya dengan bentuk perkawinan mereka yang eksogami, yaitu perkawinan yang menentukan agar seseorang kawin diluar sukunya, jadi tidak diperbolehkan kawin dengan orang yang masih di dalam suku atau klannya. Bentuk perkawinan eksogami ini dilakukan dengan pembayaran jujur, yang artinya adalah pemberian sesuatu benda yang dianggap magis dari pihak laki-Iaki kepada pihak perempuan. Pemberian jujur ini dimaksudkan sebagai pengganti diri wanita yang dilepaskan dari kelompoknya atau keluarganya, untuk tetap menjaga keseimbangan keluarga wanita tadi dari kehilangan salah satu anggotanya. Pembe-rian jujur pada saat ini dapat berupa uang, emas atau perhiasan lainnya. Konsekwensi dari pemberian jujur ini maka wanita tersebut beserta anak-anak yang kelak dilahirkannya menjadi milik atau masuk kedalam anggota keluarga pihak laki-Iaki, begitu juga segala harta benda yang di dapat akan menjadi bagian dari pihak laki-Iaki. Jadi” dengan adanya jujur tersebut dapat diartikan sebagai berikut:

  1. Secara Yuridis dengan adanya jujur ini terjadilah perubahan status pada pihak istri, ia berubah statusnya menjadi anggota klan suaminya, anak-anak yang lahir kelak akan meneruskan generasi bapaknya.
  2. Dalam arti sosial jujur itu adalah perpindahan kekayaan atau adanya perubahan kekayaan dengan masuknya istri ke dalam klan suaminya.
  3. Dalam arti sosial jujur ini akan mempererat hubungan kedua belah pihak keluarga, yaitu istri dan keluarga suami.
SISTEM KEKELUARGAAN PATRILINIAL PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG | ADP | 4.5