SKALA USAHA BANK PERKREDITAN RAKYAT

By On Saturday, August 29th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Di Indonesia, sebagian besar masyarakat golongan ekonomi lemah berada di daerah pedesaan, di pinggiran kota dan di berbagai kantong kemiskinan di kota. Untuk menolong dan meningkatkan kemampuan ekonomi mereka dibutuhkan kehadiran sektor keuangan dan perbankan yang berorientasi pada masyarakat ekonomi lemah. BPR sebagai lembaga keuangan yang berorientasi pada masyarakat ekonomi lemah dewasa ini terus berkembang. Dari segi jumlah, sejak Pakto 1988 sampai dengan Februari 1991 jumlah BPR bertambah 829 buah, sehingga mencapai 8.535 bank. Tetapi penyebarannya sangat tidak merata. Sebanyak 7.7«9 bank (91,30%) berkumpul di Jawa dan Bali, hanya 644 bank (7,50%) yang berada di Sumatera dan 102 bank (1,20%) di pulau-pulau lainnya.

Masalah yang dapat dicatat sehubungan dengan peranan BPR adalah, 1) lemahnya kemampuan BPR di dalam memobilisasi penyerapan dana dari masyarakat, 2) lemahnya kemampuan BPR dalam mengoptimalkan dan mengefektifkan penya!uran dana masyarakat dalam bentuk Kredit, dan 3) rendahnya tingkat kesehatan dan kualitas pelayanannya. Ketiga masalah tersebut pada dasarnya merupakan masalah keragaan (kinerja) ekonomi BPR. Untuk menghasilkan keragaan ekonomi yang sehat, BPR perlu mengadakan usahausaha peningkatan efisiensi melalui perbaikan organisasi dan manajemen serta penataan terhadap pola alokasi seluruh sumberdaya yang dimiiikinya. Usaha tersebut tentunya dapat dilakukan apabila kondisikondisi ekonomi BPR (baik intern maupun ekstern) telah diketahui dengan baik. Salah satu cara untuk mengetahui kondisi ekonomi intern BPR adalah melalui penelitian skala ekonomi. Melalui penelitian skala usaha pihak manajemen dapat menelusuri dan memetakan kondisi skala usaha BPR, sehingga kebijakan dan keputusan manajerial yang tepat dapat diimplementasikan.

SKALA USAHA BANK PERKREDITAN RAKYAT | ADP | 4.5