TELAAH FILSAFATI TERHADAP TEKNOLOGI MEDIA KOMUNIKASI

By On Friday, November 14th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Telah diungkapkan pada bab-bab terdahulu bahwa proses komunikasi perlu dikaji dalam perspektif psikologis ketika proses berlangsung dalam diri komunikator dan komunikan (encoding, decoding) dan perspektif mekanistis yang bersifat sosiologis di saat pesan ditransmisikan oleh komunikator melalui salah satu inderanya atau kadang-kadang dua indera secara bersama-sama.

Apabila komunikan dapat dilihat, komunikasi berlangsung secara tatap muka, apakah itu komunikasi antarpribadi atau komunikasi kelompok kecil, sedangkan jika komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya atau jauh tempatnya dan banyak jumlahnya, komunikasi berlangsung bermedia, dengan media nirmassa atau media massa. Yang dimaksud media di sini adalah media sekunder atau media yang bersifat fisik atau terwujud. Seperti telah disinggung, dalam proses komunikasi terdapat dua jenis media untuk menyampaikan pikiran sebagai isi pesan; media pertama (primary medium) adalah lambang, baik verbal maupun nirverbal, sedangkan media sekunder (secondary medium) adalah media yang berwujud yang sebagaimana disebutkan tadi, manakala komunikan jauh tempatnya dan/atau banyak jumlahnya. Sebagai contoh, jika komunikan jauh tempatnya, maka dipergunakanlah media seperti surat, telepon, telegram, dan lain-lain. kalau banyak jumlahnya dipakailah media dalam bentuk pengeras suara, papan pengumuman, dan sebagainya. Apabila komunikan jauh tempatnya dan juga banyak jumlahnya, maka digunakanlah media surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain sebagainya.

Seirama dengan kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat media komunikasi semakin lama semakin modern dan semakin canggih.

Dalam sejarah ilmu pengetahuan terjadi empat kali revolusi sebagai berikut:

—           Revolusi pertama

Revolusi ini membuka era bagi penelitian mendalam mengenai gaya grafitasi dan penelitian tentang dinamika gerakan benda-benda. Era ini dirintis oleh Isac Newton yang dilanjutkan oleh Bernoulis, Euler, Lagrange

dan Laplace.

—           Revolusi kedua

Era ini lebih memusatkan pada sifat-sifat kelistrikan dan kemagnitan benda sebagai keseluruhan, dan juga mengenai sifat-sifat radiasi, Revolusi kedua ini dipelopori oleh Faraday dan Maxwell.

—           Revolusi ketiga

Era ini dimulai pada awal abad ini dengan diketemukannya sifat kuantum cahaya oleh Max Plane. Era ini membawa revolusi secara menyeluruh dalam pemikiran manusia tentang zat, juga tentang jagad raya.

Kecenderungan era ini dibawakan oleh Einstein yang merumuskan teori relativitas, Rutherford mengenai atom, Bohr tentang kuantum, dan

lain-lain.

— Revolusi keempat

Revolusi fisika keempat ini dimulai tahun 1938 dengan ditemukannya suatu tipe materi baru yang oleh Anderson disebut partikel. Dahulu atom diperkirakan merupakan benda terkecil yang tidak mungkin dipecah belah lagi. Dewasa ini anggapan tersebut dinyatakan tidak benar setelah penemuan Anderson itu. Menjelang akhir dekade lima puluhan tidak kurang dari 30 partikel baru ditemukan yang pada dasarnya mengejutkan, karena membuat manusia bertanya apa yang mungkin dan apa yang tidak

mungkin (Zen, 1981 : 17-19).

Empat revolusi ilmu pengetahuan, khususnya revolusi fisika itu, sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, sehingga menyebabkan perubahan yang menakjubkan.

Pengaruh tersebut sifatnya berbeda beda, tetapi yang jelas mempengaruhi empat bidang :

—           bidang intelektual, meninggalkan kebiasaan atau kepercayaan tradisional dan mengambil kebiasaan baru.

—           bidang industri dan kemampuan di medan perang.

—           organisasi sosial dan kehidupan politik.

—           tata lingkungan (Zen, 1981 : 7).

TELAAH FILSAFATI TERHADAP TEKNOLOGI MEDIA KOMUNIKASI | ADP | 4.5