TIPS MENCARI IDE YANG MENARIK

By On Friday, May 8th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ide? Ide adalah sesuatu yang melintas dalam pikiran kita. Sifatnya masih sangat umum. Apa saja. Bisa dalam bentuk sebuah kata, kalimat, gambar, simbol, warna, isyarat, tanda; bisa juga nama orang, binatang, hewan, tumbuhan. Dari situ muncullah kemudian gagasan. Secara sederhana, gagasan adalah cikal bakal suatu kegiatan atau pekerjaan yang akan kita lakukan. Dalam bahasa psikologi, gagasan adalah sesuatu hal yang memotivasi kita untuk melakukan suatu pernyataan, sikap, atau tindakan tertentu.

  1. Sumber ide artikel

Bagi seorang penulis, tak ada istilah kekeringan atau kehabisan ide. Ide ada di mana saja dan bisa dicari atau ditemukan kapan saja’ serta oleh siapa saja. Syaratnya, tentu saja kita bersikap kreatif. Kalau itu tidak datang sendiri, maka kjta harus mengundangnya supaya datang. Ca anya macam-cama. Namun yang terpenting adalah kita harus banyak membaca, banyak melihat, banyak mendengar, banyak berbuat atau mengalami suatu hal secara langsung.

Menurut Prof. Wayne N. Thompson dalam Fundamentals of Communication (1957) seperti dikutip Rakhmat (1992: 20-21), sumber ide yang kemudian diangkat menjadi sumber topik dapat dilacak dari, antara lain:

  1. Pengalaman pribadi.
  2. Hobi atau keterampilan.
  3. Pengalaman pekerjaan atau profesi, pelajaran sekolah, kuliah, penataran atau pelatihan.
  4. Pendapat dan hasil pengamatan pribadi seperti kritikan pada permainan, pertunjukan, pameran, film, sinetron, buku, puisi, kaset, lukisan.
  5. Peristiwa aktual, yakni peristiwa yang sedang atau baru terjadi dan menjadi sorotan serta pembicaraan publik, seperti berita halaman muka surat kabar, berita radio dan televisi, ceramah, penemuan mutakhir.
  6. Peristiwa yang bakal terjadi.
  7. Masalah abadi seperti seperti agama, pendidikan, kemanusiaan.
  8. Masalah masyarakat yang belum selesai seperti kolusi, korupsi, nepotisme (KKN).
  9. Kejadian khusus seperti peringatan atau perayaan hari-hari bersejarah.
  10. Minat khalayak seperti kesehatan, penampilan, mode, pengembangan diri, tambahan ilmu, tambahan penghasilan

 

  1. Menyeleksi dan Menetapkan Ide

Tidak semua ide dapat ditulis untuk artikel surat kabar, tabloid, atau majalah walau ide itu menarik dan orisinal. Ide barulah gagasan liar yang bersifat abstrak, konseptual. Ide harus ditingkatkan menjadi topik secara kongkret sehingga operasional. Syarat ide yang baik menunjuk pada tiga hal:

  1. Aktual.
  2. Relevan.
  3. Terjangkau.
  4. Aktual. Maksudnya apa pun gagasan yang muncul harus mengandung unsur kebaruan, bukan sesuatu yang sudah usang dan lapuk. Ide aktual akan senantiasa menarik perhatian, mengusik rasa ingin tahu, dan sekaligus membuka oakrawala pengetahuan khalayak pembaca. Untuk itu, kita perlu senantiasa berlatih berpikir serta kerap menggugat apa pun yang kita bayangkan, kita dengar, kita lihat, kita rasakan, dan kita alami. Caranya, biasakanlah untuk selalu bertanya: mengapa begini, dan mengapa tidak begitu?
  5. Relevan. Berarti ide itu kalau ditulis memang sesuai dengan disiplin ilmu, latar belakang pendidikan, pengetahuan, atau bidang keahlian kita. Kita tidak menulis sesuatu yang tidak kita ketahui atau di luar jangkauan keahlian dan kemampuan kita. Kita harus tahu diri. Tahu satu hal tidak berarti menguasai banyak hal. Ini prinsip.
  6. Terjangkau. Menunjuk pada daya dukung tenaga, biaya, sarana, referensi. Ide boleh saja menarik, tetapi kalau referensinya tidak ada atau sangat tidak memadai, kita tak boleh memaksanya untuk menjadi artikel. Hasilnya niscaya mengecewakan. Dengan demikian, ide harus diseleksi terlebih dahulu, dipilih dan dipilah. Tuangkan; ide-ide itu dalam secarik kertas agar kita mudah memetakannya. Setelah itu barulah ditetapkan, kemudian ditingkatkan menjadi topik.
TIPS MENCARI IDE YANG MENARIK | ADP | 4.5