UNSUR DASAR INTERAKSI SOSIAL

22 views

Di dalam interaksi sosial mengandung makna tentang kontak secara timbal balik atau inter-stimulasi dan respon antara individu-individu dan kelompok- kelompok. Alvin dan Helen Gouldner, menjelaskan interaksi sebagai “… aksi dan reaksi di antara orang- orang. Dengan demikian, terjadinya interaksi apabila satu individu berbuat sedemikian rupa sehingga me-nimbulkan reaksi dari individu atau individu-individu lainnya.

Kontak pada dasarnya merupakan aksi dari indi-vidu atau kelompok dan mempunyai makna bagi pelakunya, yang kemudian ditangkap oleh individu atau kelompok lain. Penangkapan makna tersebut yang menjadi pangkal tolak untuk memberikan reaksi. Kontak dapat terjadi secara langsung, yaitu melalui gerak dari fisikal organisme” (“action of physical organism”), misalnya melalui pembicaraan, gerak isyarat, dan dapat pula secara tidak langsung, misal-nya, melalui tulisan atau bentuk-bentuk lain dari komunikasi jarak jauh. Kontak antara individu tidak saja terjadi pada jarak yang dekat misalnya dengan berha-dapan muka, juga tidak hanya pada jarak sejauh kemampuan pancaindera manusia, tetapi alat-alat kebudayaan manusia memungkinkan individu-individu berkontak pada jarak yang amat jauh. Kalau seorang pembaca, membaca tulisan seseorang penulis, maka di antara penulis dan pembaca telah terjadi kontak dengan tidak mengindahkan jarak antara kedua individu tadi: demikian juga kalau seorang menilpun dan mendapat jawaban dari seorang individu diujung lain, maka telah terjadi kontak antarakeduaitu, demikian dinyatakan oleh Koentjaraningrat. Mengenai pernyataan yang terakhir ini (tilpun), kita sependapat yaitu bahwa telah terjadi kontak di sana, akan tetapi membaca buku seseorang dan di sana telah terjadi kontak, mungkin masih dapat dipertanyakan, oleh karena mungkin yang ada, ialah seseorang itu sekedar membayangkan orang yang menulis itu.

Adapun komunikasi muncul setelah kontak berlangsung. Terjadinya kontak belum berarti telah ada komunikasi, oleh karena komunikasi itu timbul apabila seseorang individu memberi tafsiran pada perilaku orang lain. Dengan tafsiran tadi, lalu seorang itu mewujudkan perilaku, di mana perilaku tersebut merupakan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain itu.

Sehubungan dengan komunikasi, Schlegel berpendapat bahwa manusia adalah mahluk sosial yang dapat bergaul dengan dirinya sendiri, mentafsirkan makna-makna, obyek-obyek di dalam kesadarannya, dan memutuskan bagaimana ia bertindak secara berarti sesuai dengan pentafsiran itu.

Dari jabaran di atas kita dapat menyatakan bahwa syarat terjadinya interaksi adalah kontak dan komunikasi. Menurut Kimbal Young, interaksi sosial dapat berlangsung antara :

  1. Orang-perorangan dengan kelompok atau kelompok dengan orang-perorangan (“there may be to group or group to person relation”)
  2. Kelompok dengan kelompok (“there is group to group interaction”)
  3. Orang-perorangan (“there is person to person in-teraction”).

Sehubungan dengan pendapat Kimbal Young di atas, khusus mengenai hubungan antara kelompok dengan kelompok, atau di mana hubungan itu menyangkut kelompok; perlu disampaikan pandangan dariSchlegel,yang menyatakan bahwa:

“Tetapi keadaannya tidak berbeda dengan tingkah laku kelompok yang melibatkan beberapa atau banyak orang, misalnya, tingkah laku kelompok sosial adalah seperti keluarga-keluarga, lembaga-lembaga sosial (seperti bank) atau organisasi (seperti partai).

Tingkah laku kelompok – yaitu tingkah laku bersama – harus dibentuk melalui proses penafsiran juga, agar orang-orang (di dalam kelompok) dapat bertindak bersama dalam keadaan-keadaan yang dihadapi kelompok itu. Tetapi yang mentafsirkan dan bertindak adalah orang-orang juga. Kelompok tidak pernah bertindak; kelompok terdiri dari orang-orang dan mereka bertindak bersama.Tingkah laku di dalam kelompok, tindakan banyak orang bisa sama, karena makna-makna dari keadaan itu ditafsirkan sama.”

Dengan demikian, Schlegel ingin mengatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara kelompok atau perorangan dengan kelompok, oleh karena kelompok itu tidak bisa bertindak dan karena kelompok itu adalah orang-orang juga, maka hubungan yang teijadi adalah antara orang dengan orang; antara satu orang dengan banyak orang, atau antara banyak orang dengan banyak orang. Secara empiris, memang kelompok sosial itu tidak dapat bertindak, akan tetapi yang bertindak itu adalah seorang atau beberapa orang yang mengatasnamakan kelompok itu. Negara misalnya, dalam melakukan hubungan antara negara, yang bertindak adalah orang-orang tertentu yang merupakan delegasi yang mengatas-namakan negara tersebut. Contoh lain, bila keluarga melakukan hubungan dengan keluarga lain, maka yang melakukan itu adalah seseorang, yaitu misalnya kepala keluarga atau diwakili, maupun yang mengatas-namakan keluarga itu. Dalam pemikiran sosiologi yang dinamakan kelompok sosial itu adalah bukan suatu bangunan fisik, misalnya, keluarga itu bukanlah rumah (bangunan rumah), universitas (bukanlah fisik atau bangunan gedungnya), akan tetapi orang-orang yang menjadi anggota kelompok tersebut. Jadi, secara konkrit kelompok sosial itu dapatlah melakukan hubungan dengan kelompok lain dengan pengertian di atas. Pada dasarnya, hubungan antara kelompok, misalnya negara, maka pada dasarnya walaupun orang yang melakukan hubungan tetapi harus menggunakan nama dari negara yang bersangkutan, oleh karena bukan orang secara pribadi itu yang melakukan hubungan atau interaksi.

Incoming search terms:

  • unsur unsur interaksi sosial
  • unsur interaksi sosial
  • unsur-unsur interaksi sosial
  • unsur interaksi
  • unsur unsur interaksi
  • unsur2 interaksi sosial
  • unsur unsur dalam interaksi sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *