UNSUR-UNSUR ESENSIAL INTEGRASI

By On Sunday, November 23rd, 2014 Categories : Bikers Pintar

Unsur-unsur ini dibagi menjadi dua macam yaitu:

– Unsur-unsur Sosiologis. Unsur-unsur yang berfungsi sebagai unsur material ini meliputi:

1) Adanya sejumlah kelompok etnis dan/atau kelompok kepentingan yang berlainan, yang bertempat tinggal di daerah-daerah yang relatif berdekatan.

2) Adanya sejumlah satuan sosio-budaya yang heterogen. Heterogenitas itu tidak dapat dipisahkan dengan heterogenitas etnis tersebut di atas, baik dari segi kualitas rasial maupun kualitas kemajuannya. Kategori sosio-budaya ini meliputi unsur-unsur terpenting: bahasa, agama dan ideologi.

3) Adanya kesamaan dalam heterogenitas yang teijadi karena faktor pengalaman historis, atau karena kesamaan faktor geografis, flora dan fauna, terutama pengalaman nasib yang sama, misalnya penjajahan yang mereka alami bersama pada masa lampau.

– Unsur-unsur Psikologis – Sosial. Unsur ini merupakan unsur formal, yaitu konsensus untuk berintegrasi. Konsensus bersama ini meliputi:

1) Kerangka (struktur) penempatan nilai-nilai sosio-budaya secara garis besar sehingga kebutuhan kultural semua pihak yang bersangkutan diharapkan dapat dipenuhi sebaik-baiknya. Hal-hal kecil tidak perlu dicantumkan karena sudah termasuk di dalamnya, misalnya perkawinan campur. Sebaliknya perlu dicantumkan beberapa kepentingan khusus yang tidak diberlakukan bagi semua anggota kesatuan.

2) Pembagian hak dan kewajiban (wewenang dan beban) secara garis besar dalam sistem peraturan umum kesatuan baru tersebut sehingga semua pihak dapat mengetahui dengan jelas batas- batas kompetensi masing-masing dan bagian hasil yang dapat diharapkan dari kerja sama itu. Hal ini wajar karena integrasi berarti juga suatu bentuk kerja sama pada skala yang luas. Integrasi dan kerja sama dapat terwujud apabila untung ruginya dipikul bersama secara nyata berdasarkan persetujuan bersama.

3) Konsensus tentang kesempatan untuk ikut ambil bagian secara de yure dan de facto dalam kegiatan (fungsi) masyarakat besar yang dibangun bersama. Hal itu dapat diatur menurut sistem demokrasi, dalam hal ini sistem perwakilan daerah melalui pemilihan umum. Keikutsertaan dalam pemerintahan juga berarti jabatan pemerintah daerah dipegang oleh putra daerah yang bersangkutan.

4) Dalam masyarakat hasil integrasi yang terdiri dari suku-suku (ras) yang berbeda warna kulit, perlu adanya konsensus yang mengatur pemberian hak yang sama kepada semua suku untuk berperan serta dalam kegiatan umumnonpemerintahan. Diskriminasi warna kulit akan mempersulit proses pengintegrasian.

Unsur-unsur tersebut di atas, baik sosiologis maupun psikologis, tidak dapat dilepas satu dari yang lain. Keduanya saling mempengaruhi dalam mewujudkan suatu integrasi sosial. Namun, seperti dikatakan di atas sebuah integrasi sosial bukanlah suatu monumen dari batu-batu dan semen, melainkan suatu proses. Jadi integrasi dapat dikembangkan menjadi kesatuan yang kokoh dan kuat. Dari sudut pandangan ini kita akan membicarakan unsur-unsur pendukung integrasi.

UNSUR-UNSUR ESENSIAL INTEGRASI | ADP | 4.5