WAKTU SEBAGAI DURASI

By On Tuesday, August 13th, 2013 Categories : Bikers Pintar

Waktu sebagai Durasi

Waktu adalah sejenis durasi. Durasi berarti kesinambunagan dalam eksistensi. Apa yang tidak memiliki eksistensi juga tidak memiliki durasi. Durasi keberadaan yang tidak dapat berubah disebut keabadian. Durasi keberadaan yang dapat berubah disebut “waktu”.

Filsuf-filsuf skolatik membuat suatu pembedaan lebih lanjut antara waktu dan aevum (kelanggengan). Mereka menyatakan bahwa waktu menandakan jenis durasi dari makhluk-makhluk jasmani dan aevum menandakan semacam durasi dari mahkluk-makhluk rohani. Sebagaimana ruang memperlihatkan suatu kesejajaran tertentu dalam eksistensi, demikian pula waktu memperlihatkan suatu suksesi tertentu dalam durasi. Suksesi ini menandakan suatu gerakan yang konstan dari waktu sejak masa lampau melalui masa sekarang menuju masa depan. Masa lampau merupakan apa yang tidak ada lagi. Tetapi masa lampau seringkali dilestarikan secara objektif dalam hasil-hasil/akibat-akibat yang ditinggalkannya atau secara subjektif dalam ingatan seseorang. Masa sekarang merupakan apa yang terletak antara masa lampau dan masa depan atau apa yang ada sekarang juga. Dalam arti ketat, hanya bagian waktu yang tidak dapat dibagi yaitu saat sekarang itu yang sesungguhnya ada/ hadir. Benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang sesungguhnya belum ada tetapi akan ada dikatakan sebagai masa depan. Hal ini seringkali diantisipasikan oleh harapan kita.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Aristoteles memandang waktu fisik sebagai suksesi dalam bidang gerakan. Dia mendefinisikannya sebagai ukuran gerakan menurut sebelum dan sesudah.

2. Kant mengambil konsep Newton tentang waktu imajiner dan melihat dalam konsep ini suatu bentuk a priori dari intuisi yang memungkinkan kita mengalami dunia secara teratur. Bentuk ini, menurut dia, mempunyai “realitas empiris” dan “idealitas transendental.”

3. Bagi Heidegger, waktu merupakan “massa sekarang yang meletakkan dirinya secara gamblang,” yaitu hal yang terbentang yang dinyatakan dalam “sekarang”. Waktu ada sebelum semua subjektivitas dan objektivitas, sebab waktu merupakan kondisi dari kemungkinan hal “sebelum” ini. Teori relativitas berkaitan dengan waktu yang dapat diamati.

 

Waktu Menurut Kant

Menurut Kant, waktu adalah rangkaian kesatuan (kontinuum) berhingga dalam/melalui intuisi. Waktu adalah bentuk a piori bawaan yang ada secara langsung yang olehnya atau dengannya apa yang ada dialami sebagai suatu aliran arus.

 

Waktu Menurut Plato

Waktu ialah “gambaran keadaan sempurna yang bergerak”. Dengari ini Plato mengartikan waktu sebagai suatu tiruan tidak sempurna dari alam bentuk-bentuk ideal sempurna yang tidak berwaktu dan tidak berubah. Perubahan, suksesi, dan karenanya juga waktu, hanyalah hasil-hasil ketidakmampuan pikiran untuk menangkap hal-hal sekaligus dalam keseluruhannya. Waktu adalah suatu produk yang khas bagi pikiran dan tergantung pada fungsi-fungsi pikiran.

 

Waktu Absolut Menurut Newton

Beberapa pokok dasar dalam konsep Newton mengenai waktu absolut adalah:

1. Waktu mutlak tidak tergantung pada peristiwa-peristiwa alam.

2. Waktu mutlak adalah waktu matematis, urutan matematis yang homogen.

3. Hakikat pokok waktu ialah mengalir secara keseluruhan tanpa hubungan dengan setiap hal eksternal.

4. Waktu mutlak itu abadi, mengalir sebelum penciptaan alam semesta.

5. Waktu mutlak itu direksional, mempunyai arah dan gerakan mutlak.

Konsep waktu mutlak Newton berlawanan dengan konsep mutlak relatif Konsep mutlak relatif mempertahankan bahwa waktu dan ruang adalah perangkat hubungan antara objek-objek dan tidak pernah tidak tergantung pada objek dan perubahan.

WAKTU SEBAGAI DURASI | ADP | 4.5